
Acara Gemini Master Challenge yang diselenggarakan Google di Pos Bloc Jakarta awal Desember lalu sukses menyita perhatian.
Ajang ini menjadi wadah bagi para kreator muda untuk unjuk gigi dalam menggabungkan kreativitas mereka dengan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) Gemini.
Penampilan memukau Brandon dan Natya Shina, dua penari muda yang memadukan tari tradisional dengan sentuhan K-pop, membuka acara. Yang menarik, setiap gerakan mereka ternyata terinspirasi prompt atau instruksi kepada Gemini. Kombinasi unik ini berhasil mendapatkan tiga bintang sempurna.
Tak kalah menarik, Ghea Indrawari juga turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu ciptaannya yang terlahir dari kolaborasi dengan Gemini. Dimulai dari lirik yang masih berupa potongan-potongan kata, Ghea berhasil menyusunnya menjadi sebuah lagu yang indah dan romantis. Hal ini membuktikan bahwa AI dapat jadi sumber inspirasi bagi para seniman.
Dunia komedi pun tak luput dari sentuhan Gemini. Komika Gita Bhebhita dan Praz Teguh berhasil mengocok perut penonton dengan materi stand-up comedy yang terinspirasi AI. Mereka bahkan meminta Gemini untuk memberikan tebakan lucu bertema buah, yang kemudian dinilai langsung oleh AI tersebut.
Melihat penampilan para peserta yang luar biasa, para juri pun tak ragu memberikan apresiasi. "It was really funny, lucu banget. Ini showcase Gemini yang lucu banget," puji Nessie Judge.
Pada akhirnya, ketiga peserta, Brandon dan Natya, Ghea Indrawari, serta Gita Bhebhita dan Praz Teguh, dinobatkan sebagai Gemini Master.
"Mereka semua sudah menunjukkan potensi mereka yang luar biasa dalam berkolaborasi dengan AI," ujar Guff Perdana, salah satu juri.
AI, khususnya Gemini, bisa jadi alat berguna bagi para kreator dalam mengembangkan ide-ide kreatif mereka. Dengan kemampuannya dalam menghasilkan teks, menerjemahkan bahasa, dan bahkan menulis kode, Gemini membuka peluang baru bagi dunia seni dan hiburan. Pastinya, instruksi atau prompt dari kreator juga jadi penentu hasil dari Gemini.
Ghina Athaya


