Dibandingkan tubuh pas SMA (yang masih langsing), berat badan kita sekarang biasanya sudah naik beberapa kilogram. Meski kesibukan padat, aktivitas fisik yang kita lakukan cenderung nggak seheboh saat SMA. Nggak heran, deh, kalau akhirnya lemak mulai betah menempel di pinggang.Eits, jangan sampai keterusan, dong. Biar nggak terus membengkak, banyak bergerak, yuk, di kampus dengan cara ini:
UKM keringat
Cara terbaik membakar kalori di kampus tentunya ikut UKM yang berpotensi mengeluarkan keringat, seperti dance, basket, voli atau softball. Cuek saja kalau kita nggak masuk tim inti, yang penting, kan, ikut bergerak.
Lagi di mana?
Jika ingin ketemuan teman, jangan langsung memanfaatkan ponsel untuk menanyakan keberadaannya. Cari dulu ke tempat-tempat dia biasa nongkrong. Kalau di sana nggak ada, baru, deh, kontak dia. Setidaknya, ada kalori yang dibakar, selama keliling-keliling mencari.
Melintas antipintas
Untuk menghemat tenaga, kita sering mengambil jalan pintas untuk menuju suatu tempat di kampus. Padahal kalau nggak lagi terburu-buru, ambil rute agak jauh dan memutar. Ngos-ngosan sedikit nggak masalah... Sebanding, kok, dengan kalori terbakar.
Timbang Kalori
Percuma banyak gerak kalau kalori yang masuk ke tubuh juga melimpah ruah. Biar tetap proporsional, jaga asupan kalori, dong. Pas makan siang di kantin, misalnya, jika kita memesan mie ayam hindari milkshake cokelat sebagai pasangannya. Mendingan pilih minuman berkalori rendang, seperti es teh tawar. Lebih bagus lagi jika kita memilih air putih. Bukan hanya menghilangkan haus, tapi nol kalori. CC


