Sejarah memang tak bisa dihapus, begitu juga masa lalu kekasih, yang mungkin saja seorang duda dengan anak. Anda harus berpikir realistis bahwa kekasih memikul tanggung jawab untuk terus menafkahi anak-anaknya. "Sama seperti masalah utang-piutang, kekasih tetap harus bertanggung jawab untuk melunasinya setelah menikah dengan Anda. Jika Anda sungguh mencintainya, maka Anda seharusnya tak akan keberatan," papar psikolog Monty Satiadarma.
Anda sebaiknya mengajaknya bicara. Jika kenyataannya ia membebankan Anda dalam hal tangung jawabnya ini, Anda harus berpikir ulang. Relakah Anda? Pertimbangkan segala sesuatunya sebelum menikah dan kemudian menyesal. Hindari argumentasi dengan orang tua. Sebaliknya, Anda justru bersyukur telah diperingati oleh orang tua. Anda telah dewasa, Anda bisa membuat keputusan sendiri. (f)


