Pasca beberapa tahun bercerai, keinginan untuk menikah timbul lagi. Tetapi anak semata wayang tak menyukai ide tersebut. Bagaimana cara menghadapi hal ini? Psikolog Monty Satiadarma mengungkapkan, anak merasa cemas jika perhatian Anda tersita oleh adanya orang lain. Ia masih sangat membutuhkan perhatian Anda. Singkatnya, menikah lagi lebih merupakan kebutuhan bagi Anda dan bukan bagi si kecil. Silakan Anda memilih mana yang lebih Anda pentingkan, diri sendirikah atau si kecil. Idealnya, Anda bisa menunggu hingga si kecil menjadi dewasa dan menjadi lebih mandiri, di samping lebih mengerti kondisi yang dihadapi, barulah ketika itu Anda bisa menikah lagi.
Tentu hal ini harus disertai kesabaran dari calon pasangan Anda. Jika ia sendiri tidak mampu menunda, maka ia juga tidak mempertimbangkan kepentingan si kecil. Pertimbangkanlah karena si kecil masih dalam kondisi tumbuh kembang yang amat membutuhkan kasih sayang. Jika ia merasa terabaikan besar kemungkinan ia akan bermasalah dalam proses perkembangan kepribadiannya. Memang hal ini merupakan tantangan Anda selaku ibu yang harus membesarkan anak seorang diri. (f)


