Sikap suami yang terlalu protektif membuat Anda tak punya pergaulan. Dilarang bepergian ke mana pun tanpa didampingi, juga berkegiatan dengan sesama teman. Menanggapi hal ini, psikolog Monty Satiadarma mengungkapkan bahwa komitmen pernikahan seharusnya dilakukan oleh kedua belah pihak dengan berlandaskan kepercayaan. "Sikap protektif suami yang berlebihan jelas membelenggu Anda. Rasa terkekang dan tidak bahagia bisa memicu pemberontakan dan akhirnya meretakkan hubungan Anda berdua," ujarnya.
Jika suami mengatakan ia bersikap seperti itu karena takut kehilangan, sebetulnya bisa jadi itu adalah bentuk dari kompensasi pengendalian diri yang gagal. Bisa dikatakan, ia belum matang secara emosi. Anda harus membuka komunikasi dengan suami dan jika perlu melibatkan bantuan profesional agar ia bisa belajar mengendalikan dirinya.
Bisa juga Anda melakukan kegiatan sosial dengan mengajak partisipasinya, seperti olahraga bersama dengan teman-teman. Bagaimanapun, seperti dirinya, Anda juga butuh bersosialisasi dengan orang lain. Tanamkan kepercayaan dengan keterbukaan komunikasi. (f)


