Ketika karier kita semakin melejit, sementara suami tampaknya 'adem ayem' dalam meniti kariernya, tak jarang kita jadi marah sendiri. Rasanya hanya kita saja yang mengusahakan ekonomi dan urusan rumah tangga berjalan lancar! "Ambisi tak bisa dipaksakan. Jangan-jangan Anda yang terlalu berambisi mengejar karier hingga menyampingkan urusan rumah tangga," jelas psikolog Monty Satiadarma. Memang suami selayaknya meningkatkan motivasi dirinya untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Tetapi, ketahuilah bahwa tak selamanya yang berlebih itu baik, terutama untuk keharmonisan rumah tangga.
Apabila Anda atau suami melakukan perjuangan kelewat besar hingga lebih memprioritaskan pekerjaan ketimbang investasi waktu dan perhatian untuk pasangan dan anak-anak, maka rumah tangga Anda bisa ‘goyang’. Apalah artinya posisi tinggi atau uang berlimpah jika keluarga menjadi korban?
Ketahuilah bahwa kurangnya afeksi dapat mendatangkan masalah pada perkembangan anak. Jadi, jangan kaget jika si kecil kelak akan menjadi remaja yang bermasalah. Jika hal ini terjadi, maka Anda pula yang akan terbebani dalam mendidiknya agar tak salah memilih jalan hidup. (f)


