76% mau melakukan sexting. Survei yang diadakan oleh situs iMore.com pada tahun 2014, melibatkan lebih dari 17.000 responden, mendapati bahwa 76% responden bersedia untuk sexting atau mengirimkan pesan berisi konten seksual kepada pasangannya. Sementara itu, 25% responden mengaku pernah mencoba cybersex menggunakan smartphone mereka. Layanan yang paling sering mereka gunakan untuk sexting maupun cybersex termasuk MMS, Skype, Facebook, dan BlackBerry Messenger. "Teknologi sebenarnya bisa sangat bermanfaat dalam membangun hubungan dengan pasangan, khususnya bila Anda sedang menjalani hubungan jarak jauh," jelas Zoya Amirin, psikolog seksual.
Video call misalnya, bisa dilakukan dengan mudah dan murah lewat layar gadget. Gunakan teknologi untuk mengantarkan komunikasi yang lebih santai dan playful saat Anda flirting dengan pasangan. Pasangan akan menikmati saat-saat flirting yang sangat personal ini, pikirannya hanya akan dipenuhi oleh Anda seorang, bahkan di tengah-tengah kesibukannya.
Bagi pasangan yang tidak terpisah jarak jauh, teknologi bisa dimanfaatkan untuk membangun excitement, misalnya lewat sexting. Penting diingat bahwa foreplay seharusnya dilakukan sebelum beranjak ke tempat tidur. Apalagi bagi wanita, ibarat mesin diesel, butuh waktu ‘pemanasan’ lebih lama. Jangan melulu menyalahkan pasangan bila Anda tidak mencapai kepuasan atau tidak bisa menikmati seks dengan pasangan, karena Anda juga bertanggung jawab untuk merasa terangsang dengan pasangan.
Bantulah diri Anda untuk bersiap-siap menikmati seks sebagai sebuah cara untuk membangun koneksi emosional dan seksual dengan pasangan. Contohnya, pancinglah pasangan lewat sexting sejak tengah hari, sehingga si dia tak sabar untuk segera pulang ke rumah dan bertemu Anda. Dengan demikian, Anda bisa melepas stres lewat hubungan seksual, sehingga Anda bisa merasa dicintai dan merasa lebih seksi dengan melakukan kontak fisik dengan pasangan. (f)


