Tak hanya peralatan besar saja yang menjadi fokus para perancang
teknologi. Agar pekerjaan di dapur lebih efektif dan efisien, peralatan
kecil dan pelengkap di dapur pun didesain serba otomatis. Seperti tempat
sampah yang jarang menjadi perhatian. Bakteri atau kuman dikhawatirkan
akan menyebar jika menggunakan tempat sampah terbuka. Apabila
menggunakan tempat sampah tertutup akan repot jika harus membukanya
dengan tangan yang sudah bersih. Belum lagi jika pedal injak pembuka
tutupnya macet atau tersangkut. Tempat sampah canggih pun hadir untuk mengatasi masalah ini. Ia akan terbuka jika tangan kita berada di atasnya. Dan otomatis menutup saat tangan menjauh. Sensor sensitif didesain sedemikian rupa sehingga tidak terbuka begitu saja saat berjalan di dekatnya. Jika sensor menangkap aktivitas selama lebih dari 3 detik, tempat sampah ini akan terbuka lebih lama. Jadi, tak perlu bolak-balik cuci tangan setelah membuang sampah.
Alat pengaduk otomatis yang digerakkan dengan medan elektromagnet juga diciptakan untuk menggantikan tangan Anda. Sangat berguna ketika harus memasak risotto atau saus yang perlu terus diaduk. Bentuknya seperti lempengan besi bergagang. Letakkan di dasar panci yang akan digunakan memasak, lalu hubungkan dengan kompor induksi yang compatible dengan alat ini. Ia akan berputar mengaduk masakan yang sedang dimasak sambil Anda mengerjakan pekerjaan lainnya.
Kecanggihan teknologi juga bisa Anda nikmati saat harus membersihkan debu di rumah, tapi kondisi badan sudah lelah. Sebuah ‘robot’ pengisap debu akan bekerja tanpa harus dikendalikan oleh tangan. Kombinasi dual kamera dan infra merah dapat mendeteksi partikel debu terkecil. Bentuknya juga dirancang agar dapat meraih debu di tiap sudut ruang. (f)


