Sitta Karina/Buah Hati
Dunia Hannah seakan runtuh, ketika dalam tidurnya, anaknya, Razsya, berbisik bahwa ia sayang pada Upik, pengasuhnya. Sementara Wigra, suaminya, yang hampir setiap hari pulang larut malam, membuat hati Hannah tak tenang dan curiga. Ditambah kehadiran Banyu, pria yang menawarkannya kebebasan hidup, membuatnya kebingungan. Novel ini menjadi potret dilematis ibu bekerja. Merasa bersalah meninggalkan anak dan keinginan untuk berpenghasilan sendiri, muncul silih berganti. Penulis mengajak menemukan lagi makna hidup berkeluarga. (f)


