Tan & Tan, sebuah resto keluarga pengusung masakan Cina peranakan. Interiornya minimalis, dengan perpaduan warna merah putih yang terlihat sangat modern. Resto berusia dua tahun ini memperoleh nama uniknya lewat dua pendiri yang ternyata adalah sahabat yang kebetulan bermarga sama, Tan. Salah satu rasa cinta mereka terhadap masakan peranakan tertuang lewat Nasi Tan Tan. Aroma nasi goreng Asia (tak melibatkan kecap manis) ini sudah tercium jauh sebelum nasi tiba di meja. Aroma petai yang menggelitik nafsu makan! Potongan lapciong (sosis babi) dan telur orak-arik hadir di antara bulir-bulir nasi panas ini. Keberadaan lapciong-lah yang tampaknya menjadi faktor kegurihan sepiring nasi andalan Tan & Tan. Jika Anda tidak mengonsumsi daging babi, ganti lapciong dengan daging ayam.
Makanan yang juga sering dipesan di sini adalah Misua Hinghwa. Misua merupakan mi Cina, dengan bentuk mendekati bihun. Mi lalu disiram dengan kuah kaldu ayam yang rasanya tak kelewat gurih. Sebagai ‘isian’ misua, terdapat daging ayam, tahu, bakso ikan, udang, dan dadar telur dengan taburan kacang tanah. Rasanya memang kompleks, namun tetap enak.
Sebagai penutup makan siang, pilihan bisa jatuh pada Es Cing Ting. Es campur ini berisi aneka bahan, seperti biji teratai, jamur es, kurma cina, dan jali (barley).
Lokasi: Plaza Indonesia, Jl. M.H. Thamrin Kav 28-30, lantai 3. Telp: (021) 31931982. Jam buka: 10.00 – 22.00 WIB. Harga*: Rp8.000 – Rp60.000 (belum ditambah pajak 15%). Suasana: Minimalis dengan dominasi warna merah dan putih.
FF


