Menurut Prof. Dr. Ir. Djoko Said Damardjati, MS, dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Litbang Pertanian, beras berkualitas baik memiliki dua aspek, yaitu market quality dan cooking and eating quality.
Aspek market quality atau kualitas pasar dapat dilihat langsung dari bentuk fisik. Warna putih alami, mengilap, tidak berbau dan bebas dari campuran dedak dan bekatul. Jumlah beras patah kurang dari 5% dari keseluruhan beras (termasuk dalam kualitas I). Dalam kemasan beras, tertera logo SNI (Standar Nasional Indonesia) yang diterbitkan Badan Standardisasi Nasional. Jika persyaratan tersebut sudah terpenuhi, maka proses pencucian beras cukup dilakukan sekali saja.
Cooking and eating quality dapat dirasakan ketika mengolah dan menyantap nasi. Antara lain, tingkat kepulenan nasi yang ditentukan oleh kadar amilosa. Nasi pulen memiliki kadar amilosa yang rendah. Pengembangan volume nasi tinggi, tekstur pera dan butir nasi terpisah, keras setelah dingin, adalah ciri beras dengan kandungan amilosa tinggi. Selain itu, kualitas beras bisa dideteksi dari bau yang sedap saat proses tanak, rasa yang enak, penampilan yang baik, dan derajat putih dari beras yang dimasak. (f)


