Pameran Australian Culinary Trails (ACT) 2015 memasuki tahun keduanya di Jakarta dan berlangsung selama dari tanggal 21 hingga 26 April 2015. Ajang ini merupakan inisiasi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia. Hasil riset dari Austrade-Jakarta mendasari pameran ini, bahwa minat tertinggi turis Indonesia untuk mengunjungi Australia adalah masih karena makanan dan wine.Bisnis food and beverage milik para alumni pendidikan di Australia, hadir di pameran yang berlangsung di satu lokasi pameran West Mall Grand Indonesia. Misalnya Rosso Micro Roastery, Angelita Tea Salon & Patisserie, hingga Bang Bang!-Bangkanese Tapas. Di peresmian acara, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, melakukan maraton icip-icip pada booth alumni dan booth sponsor, ditemani Dr Matthew Durban (Trade & Investment Commissioner-Jakarta/Austrade), dan Haviez Gautama (Senior Vice President, Head of Corporate Communications, Commonwealth Bank).
Haviez menyadari adanya tren pertumbuhan UKM kuliner semacam milik para alumni ini. Bank dengan jaringan besar di Australia ini bahkan merancang apps BizLoan untuk mengakomodasi pencatatan keuangan yang ramah-guna. “Nyatanya, kebutuhan utama pebisnis kecil adalah cash flow yang rapi,” tukasnya. ACT akan ditutup dengan santap malam tertutup oleh David Hull, selaku Executive Chef dari Cullen Wines, Australia.
Anda juga bisa mengikuti beberapa kelas menarik selama pameran ini. Gratis dan daftar langsung di area pameran West Mall Grand Indonesia!
Jumat, 24 April:
Kelas Food Photography (Majalah Foodie); wine-tasting (importir/distributor Dimatique Fine Wines); lomba makan sandwich (The Gambling John).
Sabtu, 25 April:
Demo masak (William Wongso dan Foodisme); talkshow kopi (Franky Angkawijaya, Andreas Hardjito).
Minggu, 26 April:
Demo masak anak oleh Little Chef Wonder; dekorasi cupcake dan kompetisi foto (PT Putrajaya Makmur Sentosa); travel talk oleh travel blogger (Akhmad Alkatiri, Kenny Santana)


