Sex & Relationship
Pembatalan Nikah, Bisa Dicegah

18 Aug 2015


Konon, membatalkan pernikahan masih jauh lebih baik ketimbang harus bercerai saat sudah menikah. Namun, menurut Elly Nagasaputra, MK, CHt, konselor pernikahan dari konselingkeluarga.com, hal itu tak sepenuhnya tepat. Ada beragam cara yang seharusnya bisa dilakukan pasangan pada saat penjajakan, sebelum memutuskan menikah.
“Pembatalan pernikahan itu biasanya disebabkan oleh keraguan dari salah satu pihak atau kedua belah pihak. Kalau memang masih ragu, sebaiknya komunikasikan dengan pasangan dan jangan dulu melangsungkan lamaran,” jelas Elly.

Ia mengungkapkan, ada 4 penyebab utama mengapa pasangan membatalkan pernikahan. Pertama, ada masalah dari sisi pasangan, yang membuat Anda jadi ragu bisa memasuki bahtera rumah tangga dengannya. Masalah itu bisa berupa sifat buruk semisal posesif, overprotective, kasar, atau suka main tangan. Kedua, keraguan dari diri sendiri. Sementara pasangan sudah memenuhi kriteria sesuai keinginan Anda, malah Anda yang merasa belum siap jadi istrinya.

Ketiga, menurut Elly, Anda dan pasangan yang sama-sama tak siap. Menjelang pernikahan, bukannya  makin akur, Anda berdua malah lebih sering bertengkar! Keempat, soal ketakutan psikologis yang menghantui Anda menjelang hari pernikahan. “Faktor keempat terbilang normal. Memasuki kehidupan rumah tangga membutuhkan komitmen seumur hidup. Wajar bila Anda atau pasangan merasa cemas,” paparnya.

Bicarakan pula bagaimana Anda dan pasangan memandang kehidupan pernikahan, makna kejujuran, bertengkar secara sehat, keterbukaan tentang masa lalu, hingga soal keuangan rumah tangga. Aspek ini penting dibicarakan sebelum memutuskan untuk melibatkan keluarga besar dalam rencana pernikahan Anda,  proses lamaran  misalnya.

Apabila Anda tidak cukup yakin dengan kemampuan Anda untuk mengelola aspek-aspek penting pranikah di atas, maka cara termudah adalah mencari bantuan profesional. Misalnya, dengan mengajak pasangan untuk melakukan konseling pranikah. Tidak hanya diyakinkan dengan segala kecocokan Anda berdua, melalui perbincangan ini akan terungkap berbagai kelemahan yang bisa dikelola.

“Kalaupun ternyata ada banyak perbedaan yang menemui jalan buntu, maka Anda dan pasangan bisa mulai memutuskan apakah ingin lanjut dengan segala risikonya, atau mengakhirinya. Tahap ini akan lebih mudah dilewati dibanding ketika Anda berdua membatalkannya setelah melibatkan kedua keluarga,” lanjut Elly. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?