Erik Prasetya/Gramedia Pustaka Utama
Saat mengambil foto, seorang fotografer bisa dikatakan telah mencuri sepotong momen dari hidup seseorang. Di titik inilah, fotografi jalanan membutuhkan pendekatan yang tidak mengganggu subjek foto agar mereka tetap menjadi dirinya sendiri dan tetap berlaku wajar. Erik juga mengingatkan bahwa fotografi jalanan bukan semata-mata perkara menangkap momen dan mengejar keindahan untuk kepuasan pribadi, namun juga harus memiliki etika dan pendekatan rasa dalam melakukannya.
Dengan kata lain, sebaiknya seorang fotografer harus bisa berlaku seperti pencuri hati yang memotret diam-diam, bukan seperti pencopet atau pemburu babi yang tindakannya mengganggu orang lain. Penting dibaca bukan hanya untuk Anda yang ingin menekuni fotografi, namun juga untuk Anda yang tertarik merekam emosi kota. (f)


