Food Trend
Mengenali Dedaunan Lokal

8 Oct 2015

Kenali lebih dedkat dedaunan lokal yang bisa Anda manfaatkan untuk masakan modern.

Daun Mangkokan
Namanya diambil dari bentuk daun yang mirip mangkuk. Dalam bahasa latin dikenal sebagai Nothopanax scutellarium. Warna daun ini hijau tua, pangkalnya berbentuk hati, dan tepinya bergerigi. Daun mangkokan tumbuh liar di tepi sawah atau ditanam sebagai tanaman pagar.

Kandungan: protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, dan beberapa vitamin seperti vitamin A, B1, dan C. Selain itu, kadar antioksidannya seperti alkaloid, saponin, flavonoid, dan plifenol, juga tinggi.

Hidangan: sebagai lalapan disertai sambal atau menjadi bahan baku masakan tertentu, antara lain gulai ikan (Sumatra), pepes (Jawa Barat), pecel (Jawa Tengah dan Timur), serta dibuat rempeyek. Aromanya khas dan wangi seperti daun kenikir sehingga dimanfaatkan untuk menghilangkan bau anyir pada daging atau ikan.

Daun Kenikir
Daun kenikir didapat dari pohon kenikir yang bernama latin Cosmos caudatus. Tanaman ini banyak tumbuh liar di benua Amerika bagian tengah dan tenggara, kemudian dibawa oleh imigran Spanyol ke Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Malaysia dikenal sebagai daun ulam raja. Daunnya menyirip dengan bentuk bongkol di ujung batang dan berwarna hijau keunguan.
   
Kandungan: memiliki nutrisi yang cukup banyak antara lain protein, lemak, karbohidrat, kalsium, dan vitamin A. Ada pula asam amino yakni saponin dan flavonoid polifenol  yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Kadar minyak atsiri di dalam daun kenikir juga cukup tinggi sehingga daun ini dapat dimanfaatkan sebagai penambah nafsu makan.
   
Hidangan: khususnya di Sumatra digunakan sebagai campuran sayuran bersantan dan di Jawa, kerap dicampur ke dalam pecel atau urap. Untuk mengolahnya, cuci daun kenikir hingga bersih dan rebus di dalam air mendidih hingga layu. Setelah matang, angkat daun kenikir dan masukkan ke dalam air dingin untuk menghentikan proses pematangan supaya tekstur daun tidak terlalu lunak.

Daun Laksa
Daun ini bernama latin Polygonum odoratum. Ada pula yang mengenal daun ini sebagai daun kesum. Daun kesum berwarna hijau gelap, bentuknya lonjong dan panjang, serta tajam di bagian ujung daun. Ukuran daunnya tidak besar, sekitar 1½ – 2 cm x 5  - 7 cm. Susunan daun kesum seperti sirip di antara tulang daun, dengan jumlah 3-5 lembar daun dalam satu tangkai.

Kandungan: memiliki
antioksidan tinggi berkat total senyawa fenolik yang cukup tinggi, dan ini dapat menghentikan reaksi radikal bebas di dalam tubuh.

Hidangan: hadir di dalam masakan Sumatra khususnya Aceh. Daun ini bisa digunakan dalam kondisi segar maupun kering. Daun kesum memiliki aroma khas dan tajam, di antara daun kemangi dan daun salam koja (daun kari) dengan rasa yang agak pedas.
Biji daun kesum yang pedas konon dijadikan campuran membuat wasabi. Gunakan 10-20 lembar daun kesum untuk masakan yang menggunakan 1 liter santan atau cairan. Selain untuk masakan, iris halus daun ini dan remas-remas airnya guna menghilangkan aroma anyir pada ikan, ayam, atau daging. (f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?