Untuk mengetahui apakah seseorang terkena stroke, deteksi dini menjadi langkah paling tepat untuk meminimalkan risiko dan sebagai tindakan pencegahan, sebab langkah pengobatan bisa diambil lebih cermat sehingga peluang penyembuhan stroke juga makin besar. Salah satunya dengan pemeriksaan Magnetic Resonance Angiography (MRA).
Teknologi ini disarankan jika Anda memiliki gejala seperti sakit kepala berdenyut-denyut yang sering timbul berulang-ulang di tempat yang sama dan terasa makin sakit. Ini adalah teknologi pencitraan resolusi tinggi MRI 3T Skyra yang dapat memberikan gambaran struktur pembuluh darah arteri dan vena pada otak.
Teknologi ini lebih baik daripada generasi sebelumnya, MRI 1,5T. Dengan kualitas ini, MRA dapat mendeteksi aterosklerosis (penyempitan atau pengerasan pembuluh darah) sebagai salah satu penyebab stroke dan kelainan pembuluh darah seperti aneurisma atau AVM (Arteriovenous Malformation).
Pemeriksaan dengan MRA memungkinkan untuk melihat pembuluh darah di bidang utama dari tubuh, termasuk otak, leher, jantung, dada, perut (seperti empedu, ginjal dan hati), panggul, lengan, dan kaki.
Dokter Spesialis Radiologi Konsultan Radiologi Intervensi RSPI-Puri Indah, dr. Andi Darwis, Sp. Rad (K), memaparkan, “MRA menjadi pilihan untuk menegakkan diagnosis dan mengobati kondisi medis yang berkaitan dengan pembuluh darah otak untuk penyakit stroke karena gambaran rinci dari pembuluh darah dan aliran darah ke otak diperoleh tanpa harus memasukkan cairan kontras ke dalam pembuluh darah. Hasil MRA memberikan solusi yang cukup baik dan sangat bermanfaat untuk memperlihatkan kondisi pembuluh darah otak lebih rinci, yang tidak terlihat oleh tes diagnostik lain.”
Keunggulan MRA yang lain adalah aman bagi ibu hamil karena tidak menggunakan radiasi sinar-X, prosedur lebih cepat daripada cara tradisional dengan angiogram kateter, dan aman bagi pasien yang alergi cairan kontras. (f)


