Trending Topic
Kota-kota Tangguh

13 Jan 2016

Membangun kota yang tangguh menghadapi bencana pada hakikatnya mengimplementasikan konsep pengurangan risiko bencana, baik risiko kepada manusia maupun lingkungan. Kegiatan tersebut  tidak semata-mata menjadi tugas pemerintah, karena persoalan bencana bukan saja  persoalan lokal atau nasional semata, melainkan sudah menjadi  persoalan global. 

“Kemampuan mengelola sumber daya sangat penting bagi kota untuk memulihkan diri dari bencana, misalnya. Berketahanan bukan berarti kota mengeliminasi segala ancaman bahaya, tapi berarti siap untuk menghadapi ancaman tersebut, jika bahaya seperti bencana  benar terjadi,” papar Nyoman Prayoga, ACCCRN City Government Partnership Coordinator. Berikut ini beberapa kota di dunia yang membangun diri untuk menjadi kota yang tangguh.

1. Melbourne, Australia
Baru-baru ini, kota di Australia bagian tenggara ini dinobatkan menjadi kota dengan peringkat ke-4 yang paling nyaman untuk ditinggali oleh majalah global affairs, Monocle. Hal ini juga didorong oleh upaya pemerintahnya yang melibatkan partisipasi masyarakat untuk tanggap dalam merespons kejadian darurat terkait cuaca ekstrem.
Hal ini dipicu oleh bencana gelombang panas yang menerjang kota ini di tahun 2009, yang dikenal sebagai peristiwa Black Saturday. Gelombang panas yang memicu kebakaran hutan dan sejumlah tempat di Victoria, Australia, menewaskan 173 orang dan membunuh satu juta lebih hewan liar.

Salah satu bentuk partisipasi masyarakat adalah kesadaran untuk rutin menanam pohon-pohon baru di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan begitu, kota Melbourne menjadi rindang dan tampak asri. "Melbourne dikenal sebagai kota tangguh yang menjadi contoh di dunia karena kami fokus pada kekuatan komunitas," ujar Emergency Management Commissioner, Craig Lapsle, seperti dilansir oleh theage.com.au.
Meski begitu, Craig menjelaskan, Melbourne tetap menghadapi tantangan lain, yaitu kini  harus fokus pada penanganan dan antisipasi accute shocks seperti gempa, banjir, wabah penyakit, dan chronic stresses, yaitu persoalan akibat kerusakan lingkungan jangka panjang seperti kekurangan air bersih dan bahan pangan.

2. Barcelona, Spanyol
Meski  tak memiliki cukup banyak sumber daya alam yang bisa diperbarui,   kota di negara Spanyol ini menjadi pionir sebagai pengembang tenaga solar thermal. Pemerintahnya mewajibkan seluruh gedung baru dan yang telah direnovasi untuk menginstalasi  panel pembangkit panas dari matahari ini. Biasanya dimanfaatkan sebagai pemanas air.

3. Tokyo, Jepang

Didiami oleh lebih dari 35 juta jiwa atau 26% dari total populasi keseluruhan di Jepang, membuat kota metropolitan ini menjadi lokasi rawan yang menuai banyak korban jika ditimpa bencana. Tahun 1923, wilayah ini pernah diguncang gempa bumi hebat Great Kanto berkekuatan 7,9 skala Richter dan menewaskan hingga 141.000 jiwa.
    Belajar dari pengalaman ini dan sadar akan kerentanan kota terhadap gempa dan tsunami yang sering melanda, Kota Tokyo mulai meningkatkan standar keamanan gedung-gedung dengan melengkapi fasilitas pencegah kebakaran, misalnya.
Bukan membangun gedung beton, kota ini justru banyak membangun rumah dari material kayu dan menyediakan banyak ruang  terbuka yang luas. Namun, baru pada tahun 1997 konsep pembangunan kota tangguh mulai dicanangkan secara serius lewat program Promotional Plan for a Disaster-Resistant City. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?