Hubungan emosional yang mendalam memang sulit untuk ditinggalkan begitu saja dan sebaliknya justru layak untuk dipertahankan. Ketika kekasih masih juga mengulur waktu sementara Anda ingin menikah, Anda menginginkan kejelasan status sosial dari status tidak menikah menjadi status menikah.
Hubungan bisa berlangsung begitu lama karena pasangan Anda merasa tidak terbebani tanggung jawab peran sosial selaku suami. "Ketika ia harus menjalani peran sosial sebagai suami, ia merasa tidak siap dan akhirnya dapat menimbulkan gejolak emosi yang dapat merenggangkan hubungan," jelas psikolog Monty Satiadarma.
Bisa saja Anda mendesaknya untuk menikah dengan risiko hubungan emosional terganggu. Namun, dalam kaidah Timur, manakala telah berlangsung hubungan fisik secara intim, memang sebaiknya pernikahan dilangsungkan segera. Pilihan di tangan Anda, demikian pula tanggung jawab pilihan, ada di tangan Anda. Hal mana yang Anda pilih, tergantung pada kesiapan Anda untuk menghadapi risiko pilihan tersebut. (f)


