Pekerjaan suami di pertambangan batu bara mengharuskannya bepergian dalam waktu lama. Kondisi berjauhan ini kerap membuat kesepian, apalagi harus mengurus anak dan rumah tangga sendiri. Bagaimana cara berdamai dengan situasi ini?
"Ada dua cara untuk mengatasi masalah Anda. Pertama, mengikuti suami sesuai area eksplorasi kerjanya. Kedua, suami mencari pekerjaan yang lebih dekat dengan tempat tinggal," ungkap Monty Satiadarma, psikolog.
Solusi pertama sulit Anda lakukan, sedangkan solusi kedua juga sulit bagi suami. Pengembangan kariernya bisa terhambat sehingga menimbulkan ancaman finansial bagi rumah tangga Anda.
Cara lain yang dapat dilakukan guna mengisi hari-hari sepi adalah dengan melakukan kegiatan kreatif atau edukatif. Sebagai contoh, Anda dapat mengikuti kursus tambahan atau melibatkan diri dalam kegiatan sosial. Tentu saja aktivitas ini harus dipertimbangkan agar seimbang dengan pembagian waktu mengasuh anak. Di tengah aktivitas tersebut, Anda bisa melakukan komunikasi jarak jauh dengan suami lewat telepon atau e-mail.
Kerinduan Anda pada suami dapat juga diisi dengan membuat sesuatu untuk dirinya. Misalnya, membuat scrap book berisi foto Anda dan anak. Berikan pada suami ketika ia pulang atau kirim via pos, untuk menemani suami dalam perantauannya. Lakukanlah dengan menyertakan emosi. Tanpa ungkapan langsung, rasa rindu Anda juga akan dirasakan oleh suami. Kondisi ini dapat terjadi karena emosi memberi pengaruh pada pola pikir dan fungsi motorik.
Ketika suami pulang ke rumah, upayakan menghabiskan waktu bersama-sama dengan baik. Berikan suami keteduhan dengan memfasilitasi kegemarannya. Kelak sensitivitas emosi akan menjembatani pemahaman kebutuhan Anda dan suami. Kondisi seperti ini menjadi bahan pertimbangannya untuk meniti kehidupan serta menekuni karier yang lebih selaras dengan rumah tangga. (f)


