Sebagai wanita sangat bangga rasanya ketika dapat menyeimbangkan karier dengan rumah tangga. Apalagi jika Anda menjadi sukses dan karier Anda berkembang. Permasalahannya jika karier Anda lebih diatas suami. Semenjak karier Anda menanjak, suami menjadi uring-uringan dan lebih cepat emosi.
Sebaiknya Anda tidak terlalu cepat menarik kesimpulan. Menurut psikolog Monty Satiadarma, boleh jadi perubahan sikap dan perilakunya bukan terkait langsung dengan peningkatan jenjang karir Anda, tetapi ada hal lain yang masih harus dipertanyakan. Jika kedudukan kerja Anda meningkat, tanggung jawab Anda meningkat, maka waktu kerja Anda juga sangat boleh jadi meningkat. Akibatnya kesempatan berbagi waktu bersama suami menjadi berkurang. Coba Anda cermati kembali akan kemungkinan adanya hal ini.
Tidak ada salahnya Anda menanyakan padanya alasan mengapa ia marah mendadak. Menduga-duga alasan justru dapat menimbulkan salah paham. Bisa jadi suami kurang terbuka atau mengalami kesulitan untuk menyatakan pendapatnya, padahal ia mungkin mencemaskan Anda dengan tambahan tanggung jawab yang bisa mempengaruhi dampak kesehatan. Jadi, belum tentu ia marah atas landasan rasa iri atau bersaing.
Bersikaplah netral dan tanyakan secara baik alasan kemarahannya, jangan terburu-buru berprasangka namun sempatkan waktu untuk berkomunikasi satu sama lain sehingga masalah ini terselesaikan. (f)


