K. Fischer/ Bhuana Sastra
Kehilangan sosok ayah sejak kecil membuat Esa merindukan kasih sayang pria sebaya ayahnya. Apalagi, setelah bercerai, ibunya sibuk dengan dunianya sendiri. Karena itulah ia memilih mengencani pria berusia tua. Gamang dengan kekosongan hatinya, Esa berusaha untuk tak larut dalam kebahagiaan semu yang ditawarkan teman-teman sebayanya dalam pesta hedonis yang kerap mereka lakukan. Sendiri tanpa kawan, Esa makin lengket dengan kekasih tuanya yang ternyata membuat marah ayah dan ibunya. Apakah Esa bisa mengurai kemelut dalam hidupnya? (f)


