Membaca buku ini tak terkesan seperti sedang membaca sebuah buku autobiografi seorang tokoh peneliti senior LIPI, melainkan seperti sedang membaca novel. Diawali dari kisah perjalanan hidup Mochtar sejak masa kecilnya di Bulukumba, Sulawesi Selatan, di tahun 1945. Rekaman perjalanan hidup yang melintasi tiga zaman itu dinarasikannya dengan detail dan bergaya sastra. Kita bisa mendapat gambaran utuh tentang suasana Makassar, Jogja, dan Jakarta di tempo dulu, serta pergolakan politik yang terjadi di era itu. (f)


