Para relawan mengikuti kegiatan plogging di kawasan Pantai Petitenget, Bali, yang diinisiasi AMOREPACIFIC Indonesia. Foto: Dok. Amorepacific IndonesiaKesadaran akan gaya hidup berkelanjutan semakin meluas, tidak hanya dalam cara merawat diri, tetapi juga dalam hubungan dengan lingkungan.
Dari kebiasaan sederhana hingga aksi kolektif, kepedulian terhadap bumi mulai menjadi bagian dari keseharian yang dijalani dengan lebih sadar dan penuh makna.
Semangat tersebut tercermin dalam gerakan Pure Path: Plogging for a Better Future yang digelar AMOREPACIFIC Indonesia di kawasan Petitenget, Bali, pada pertengahan Juni 2026.
Program berbasis komunitas ini memadukan aktivitas kebugaran dengan aksi peduli lingkungan melalui plogging, yakni kegiatan joging sambil memungut sampah. Melibatkan karyawan, warga lokal terpilih, serta organisasi lingkungan Malu Dong Foundation, kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 100 kilogram sampah.
Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat menghadirkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan. Berlatar keindahan alam Bali, gerakan ini menjadi bagian dari perjalanan keberlanjutan yang telah dijalankan secara berkesinambungan.
Setelah aksi bersih-bersih sungai pada 2024 dan restorasi ekosistem pada 2025, pendekatan yang dilakukan semakin menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat dan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kyuho Lee, President Director Amorepacific Indonesia, menilai bahwa makna kecantikan tidak hanya berhenti pada perawatan diri, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Melalui Pure Path, kami ingin menjadikan aksi peduli lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang alami dan menyenangkan, ketika merawat diri sendiri dan merawat bumi dapat berjalan beriringan,” ujar Kyuho Lee.
Karyawan AMOREPACIFIC Indonesia bersama warga lokal dan perwakilan Malu Dong Foundation berkolaborasi dalam aksi bersih lingkungan di Bali. Foto: Dok. Amorepacific IndonesiaKomitmen terhadap pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui dukungan dana sebesar Rp100 juta kepada Malu Dong Foundation. Organisasi ini telah lebih dari 17 tahun mengampanyekan kesadaran mengenai persoalan sampah dan perubahan perilaku. dan memanfaatkan aksi ini untuk memperluas program edukasi dan kegiatan berbasis komunitas.
Komang Sudiarta, Pendiri Malu Dong Foundation, mengatakan bahwa perubahan lingkungan selalu berawal dari kesadaran individu yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Dengan mengubah kesadaran menjadi aksi nyata, inisiatif seperti Pure Path membantu membangun budaya di mana kepedulian lingkungan melebur menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari,” kata Komang.
Prinsip Plogging + Care + Impact yang diusung dalam gerakan ini memperlihatkan bagaimana konsep kesejahteraan, tanggung jawab, dan kontribusi sosial dapat saling terhubung.
Bagi sebagian orang, menjaga bumi mungkin dimulai dari langkah yang sederhana. Namun ketika dilakukan bersama, kebiasaan kecil tersebut dapat tumbuh menjadi budaya yang memberi manfaat bagi lingkungan dan generasi mendatang. (f)
Baca juga:
Kanvas Putih Kebebasan STELLARISSA di Pameran Freedom
Saat Aku Bersuara: Penyintas Kekerasan Seksual Tak Lagi Diam
Jadi Brand Ambassador Love, Bonito Indonesia, Maudy Ayunda Tampilkan Unfiltered Moments Perempuan Berdaya
Laili Damayanti
Topic
#Sustainability, #GoGreen




