Food Trend
Bar

12 Jun 2012

Istilah bar pertama kali digunakan pada tahun 1592 di Prancis untuk menyebut tempat yang hanya menyajikan minuman beralkohol, seperti brandy, bir, dan wine. Untuk itulah, bar menyediakan kursi yang rata-rata berkaki tinggi untuk ditempatkan di meja atau counter untuk menyambut pelanggan. 

Di balik meja bar itulah terdapat barisan botol minuman beralkohol dan gelas berkaki sebagai wadahnya. Selain itu, berdiri juga bartender yang asyik meracik minuman. Kebanyakan, bar memiliki hiburan di panggung, seperti live music, band, hingga penyanyi akustik. 

Hingga tahun 1910, bar lebih sering dikunjungi oleh kaum bangsawan Prancis. Tapi, nyatanya hal ini berlaku hingga saat ini, di mana bar menjadi tempat kongkow atau tempat gaulnya para eksekutif. 

Gaya hidup inilah yang membawa perubahan pada varian minumannya. Tak sekedar sekadar minuman beralkohol semata, melainkan tersedia juga varian minuman racikan, seperti cocktail (racikan aneka minuman beralkohol) dan mocktail (campuran dari jus dan buah segar tanpa minuman beralkohol).

Selain sering ditemui sebagai bagian dari restoran  besar atau hotel, bar juga bisa berdiri sendiri. Untuk bar yang ‘mandiri’ biasanya memiliki interior serta menu minuman yang disesuaikan dengan selera pemilik bar. Beberapa bar juga menyediakan menu makanan kecil sebagai pendamping minuman yang tersaji. 
Di dalam industri kuliner yang ada saat ini, terdapat beragam jenis tempat yang masuk ketegori bar. Di antaranya lounge, yaitu bar kelas atas yang biasanya ada di dalam sebuah restoran, hotel, atau bandara internasional. Ada juga brew pub, yaitu tempat yang menyediakan bir hasil produksi in house. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?