Sex & Relationship
Atasi Berbagai Keluhan Seks

2 Sep 2015

Apa saja, sih, keluhan seksual yang sering dianggap memalukan, tapi terungkap di kamar praktik dokter? Berikut ini rekam jejak sekaligus penjelasan dari dr. Harrina E. Rahardjo, SpU, PhD, Spesialis Urologi di Departemen Urologi RSCM-FKUI yang juga berpraktik di Klinik Disfungsi Seksual Wanita Edelweis RSCM, Jakarta.

Saya buang gas atau kentut saat orgasme. Apakah ini normal?
Sebenarnya, suara serupa buang gas yang terdengar saat orgasme dapat berasal dari bunyi udara yang keluar dari liang vagina. Saat coitus (bersanggama),  terjadi pengumpulan udara dalam liang vagina yang ukurannya membesar karena proses perangsangan seksual (arousal). Perubahan posisi tubuh dan kontraksi otot saat orgasme dapat menyebabkan udara ini terlepas keluar dan mengeluarkan bunyi seperti buang gas.

Suami mendesak melakukan seks anal, apakah ini aman bagi saya?
Ada beberapa risiko terkait seks anal. Ini disebabkan karena daerah anus tidak memiliki lubrikasi natural seperti vagina. Penetrasi dapat menimbulkan luka di sekitar anus yang menyebabkan bakteri atau virus dapat masuk ke dalam aliran darah.
Daerah anus yang memang secara alami penuh dengan bakteri juga dapat menimbulkan risiko infeksi  pada penis saat melakukan penetrasi. Selain itu, sesuai fungsinya untuk menahan keluarnya BAB, anus dikelilingi oleh sebuah sfingter yang cukup ketat. Aktivitas seksual di area tersebut dapat menimbulkan nyeri.

Saya lebih sering mengalami orgasme dengan masturbasi daripada saat bercinta dengan suami. Apa yang salah?
Orgasme pada wanita ada dua jenis, yaitu vaginal dan klitoral. Mayoritas wanita lebih mudah mengalami orgasme secara klitoral. Saat masturbasi, yang sering menjadi sasaran rangsang adalah wilayah klitoris, sehingga lebih mudah orgasme. Sebenarnya, dengan sedikit kreativitas, acara bercinta dengan pasangan bisa lebih panas. Ajak pasangan untuk merangsang klitoris Anda bersamaan dengan saat bersanggama untuk sensasi orgasme yang lebih dahsyat!

Penis suami bengkok, dan terkadang membuatnya kesakitan saat bercinta. Dia juga tidak percaya diri.
Penis yang bengkok dan nyeri saat bersanggama dapat disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya penyakit peyronie. Dalam kondisi ini ditemukan adanya pertumbuhan jaringan ikat di daerah penis yang menyebabkan nyeri saat ereksi. Sampai saat ini, penyebab peyronie belum diketahui dengan pasti. Diduga kondisi tersebut disebabkan oleh peradangan atau trauma berulang pada penis karena seks, olahraga, atau kecelakaan. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, lebih baik Anda dan suami    berkonsultasi dengan dokter.

Apakah normal jika suami ereksi terus-menerus selama lebih dari dua jam?
Ereksi terus-menerus selama lebih dari dua jam jelas bukan hal yang normal dan menyebabkan suami Anda merasa kesakitan. Kondisi ini dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah priapismus, dan merupakan kegawatdaruratan yang harus segera ditangani.

Darah yang terkumpul dalam batang penis tidak dapat keluar, atau kembali seperti pada kondisi ereksi yang normal. Jika tidak segera ditangani, tekanan yang tinggi di dalam penis akan menekan pembuluh darah sekitar dan menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat berakhir dengan disfungsi ereksi yang permanen. Segera kunjungi rumah sakit jika kondisi ini terjadi.

Naomi Jayalaksana




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?