Bukan cuma gelar, tapi juga kesiapan dan keterampilan dalam bersaing di tingkat global. Foto ilustrasi: Canva
Pendidikan tinggi menjadi hal umum di beberapa negara, sementara di negara lain masih sulit diakses.
Data OECD - Education at a Glance 2025 menunjukkan dnegara dengan gelar pendidikan tinggi terbanyak di antara para negara anggota—atau calon anggota.
OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang berpusat di Paris adalah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1961 untuk mempromosikan kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih baik, guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi negara-negara anggotanya.
Data OECD ini memeringkat negara berdasarkan persentase orang dewasa usia 25-64 tahun yang memiliki pendidikan tersier—termasuk gelar perguruan tinggi dan program setara.
Dari 48 negara yang didata, Indonesia ada di peringkat ke-47 dengan 13% (setingkat di atas Afrika Selatan dengan 9% sebagai juru kunci).
Kanada memimpin dengan angka 63%, dan menjadi satu-satunya negara di mana hampir dua pertiga orang dewasa memiliki gelar perguruan tinggi.
Sejumlah negara maju telah melampaui ambang 50%, menunjukkan bahwa pendidikan perguruan tinggi semakin meluas dalam tenaga kerja global.
Negara-negara seperti Irlandia, Jepang, dan Korea Selatan termasuk dalam kelompok ini, di mana mayoritas orang dewasa kini memiliki gelar perguruan tinggi, menandai pergeseran menuju pasar tenaga kerja dengan keterampilan lebih tinggi.
Amerika Serikat berada di angka 51% seperti Israel, sedikit di atas rata-rata OECD sebesar 42%—tapi di bawah Inggris, Australia, dan Swedia.
Eropa menunjukkan salah satu kesenjangan terbesar dalam capaian pendidikan. Irlandia berada di jajaran teratas dunia dengan 58% (peringkat kedua), sementara negara seperti Italia (22%) tertinggal jauh di peringkat ke-41, menyoroti ketimpangan akses pendidikan tinggi di kawasan tersebut.
Beberapa ekonomi besar dunia masih berada jauh di bawah level OECD. China (19%), India (14%), dan Indonesia (13%) menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tinggi masih bisa terus berkembang, dengan implikasi penting bagi pengembangan tenaga kerja di masa depan.
Peringkat 1-10 Negara dengan Lulusan Perguruan Tinggi Terbanyak berdasarkan data OECD - Education at a Glance 2025:
1/ Kanada (63%)
2/ Irlandia (58%)
3/ Jepang (57%)
4/ Korea Selatan (56%)
5/ Luxembourg (54%)
6/ Inggris (54%)
7/ Australia (53%)
8/ Swedia (52%)
9/ Israel (51%)
10/Amerika Serikat (51%)
44/China (19%)
46/India (14%)
47/Indonesia (13%)
Meski kesuksesan (dan kekayaan) kadang tidak harus dicapai dengan pendidikan tinggi, pendidikan tinggi tetap penting di masa depan, terutama dalam persaingan skala dunia.
Perluasan akses pendidikan tinggi akan memainkan peran krusial dalam produktivitas, pertumbuhan pendapatan, serta daya saing global, terutama ketika permintaan terhadap tenaga kerja terampil semakin meningkat.
Jadi, buat yang lagi malas kuliah, yuk, semangat, biar tenaga kerja terampil Indonesia tidak kalah saat bersaing nanti! (f)
Baca juga:
UMKM Naik Level Seri 2 Surabaya: Brand Makin Kuat dengan Storytelling dan Tidak Gengsi Belajar
Lingkar Sejiwa: Seni Legowo, Kunci Menuju Hidup Lebih Bahagia dan Bermakna
5 Pegangan Pribadi dalam Merenungi Arti Hari Hati Nurani Internasional


