
Foto: Shutterstock
1.Fisik
Mens sana in corpore sano bukanlah sekadar kalimat belaka. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Hal ini sejalan dengan Ine yang menyarankan untuk tetap manjaga kondisi fisik selama pandemi. Walau sekolah, kuliah, atau bekerja di rumah bukan berarti santai di rumah dan mengabaikan kondisi tubuh.
Makan dengan porsi yang cukup dan mengandung nutrisi yang baik adalah suatu keharusan untuk menjaga imun tubuh saat ini. Begitu juga dengan minum air yang cukup agar tidak dehidrasi. Selain itu, rutin berolahraga membuat kondisi oksigen dalam darah dan otak menjadi baik, sehingga akan membantu kondisi emosi.
2. Emosi
Cek emosi dan connect dengan diri sendiri. Sadari perasaan-perasaan diri sendiri. Coba ketahui apakah diri kita sedang sedih, sedang marah atau kecewa. Dan bagaimana mencari solusinya atau meminimalisirnya.
Merasa cemas saat pandemi adalah hal yang wajar. Namun, kecemasan ini tidak boleh dibiarkan hingga belarut menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Cobalah untuk mencari pengalihan dari rasa cemas. Bagi yang hobi menulis, mungkin ini saat yang tepat untuk menulis sebuah jurnal atau blog. Selami lebih dalam hobi atau justru lakukan hal baru yang sebelumnya tidak sempat dilakukan. Membaca novel, belajar memainkan alat musik, berkebun, memasak, dan lainnya.
Menurut Ine, curhat juga bisa menjadi cara untuk menjaga emosi. “Saat memendam emosi tubuh akan merasa tidak nyaman, sebab mind and body saling terkoneksi,” terang Ine. Mengekspresikan isi hati dengan curhat artinya menyalurkan apa yang terpendam di dalam hati. Dengan mengetahui ada orang lain yang mendengarkan, menerima kondisi Anda, maka emosi akan lebih tenang.
3.Sosial
Pada dasarnya manusia suka bersosialisasi. Walau kini lebih sering di rumah, menjaga relasi tetap penting, terutama dalam hubungan kelompok. Cari cara yang terbaik untuk tetap berkomunikasi dengan teman-teman. Melalui media sosial adalah salah satunya.
Berkreativitaslah menggunakan media sosial yang kini tak terhitung jumlahnya. Namun, Ine mengingatkan agar tidak berlebihan dalam menggunakannya sehingga justru berbalik mempengaruhi emosi menjadi negatif. Hindari media sosial yang toksik dan berisi konten tidak baik.
4. Rutinintas
Sebelum pandemi, rutinitas yang monoton bisa menjadi salah satu pemicu stres. Namun, saat ini, tidak melakukan apa-apa di rumah justru menjadi masalah yang memicu stres. Rutinitas justru bisa membuat diri lebih tenang dan nyaman terhindar dari stres.
Coba buat agenda rutinitas harian. Selain sekolah, kuliah, atau kerja, masukkan rutinitas berolah raga, melakukan hobi, dan membersihkan rumah. Rumah yang bersih juga membuat pikiran lebih nyaman, lho! (f)

Baca juga:
Vaksin Stimulasi Imunitas Tubuh
Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain, Masyarakat Harus Tetap Disiplin Protokol Kesehatan
Laporan Terbaru PBB: Perempuan Lebih Rentan Terdampak COVID-19
Vaksin Stimulasi Imunitas Tubuh
Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain, Masyarakat Harus Tetap Disiplin Protokol Kesehatan
Laporan Terbaru PBB: Perempuan Lebih Rentan Terdampak COVID-19
Topic
#3M, #Ingatpesanibu, #satgascovid-19




