Trending Topic
Hati-Hati, Gejala COVID19 Tak Selalu Terlihat

23 Mar 2020


Dok. Unsplash

Hingga saat ini kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 579 orang. Per Senin (23/3) dari jumlah tersebut, 500 di antaranya sedang dirawat, 30 orang sembuh, sementara 49 orang di antaranya meninggal dunia.

Karena itu masyarakat diminta waspada terhadap penyebaran virus corona. Terutama dari orang-orang yang telah ter-infeksi namun tidak menunjukkan gejala apapun.

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 mengungkapkan dari kasus positif COVID-19 yang ditemukan di Indonesia, sering didapati pasien dengan keadaan sakit ringan atau tanpa gejala sama sekali, sehingga ia tidak merasa sakit.

“Kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus COVID-19 memberikan gambaran sakit,” ujarnya dalam jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, 22 Maret lalu.

Karena itu, Yurianto mengajak masyarakat untuk menyadari bagaimana seharusnya bersikap dalam menghadapi pandemi COVID-19, di antaranya dengan menjaga jarak antar orang, menjaga kesehatan dan kebersihan, mengisolasi diri jika merasa sakit, dan segera memeriksakan diri ke dokter sehingga secara bersama-sama bisa mengurangi aspek kemungkinan penularan antar orang.

Melalui video yang diunggah pada akun instagram narasi.tv, dr. Nahla Shihab mengungkap gambaran virus corona. Ia menyatakan bahwa pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, batuk, sesak napas, dan nyeri dada merupakan gejala yang bisa timbul jika seseorang terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, termasuk virus corona.

Namun jumlah gejala yang timbul sangat bervariasi pada setiap orang.

“Orang dengan daya tahan tubuh yang baik, kemungkinan gejala yang timbul sangat ringan, bahkan tidak ada gejalanya. Walaupun virusnya sudah ada di dalam tubuh,” tegasnya.

Sebaliknya, orang dengan daya tahan tubuh rendah akan alami gejala yang lebih berat, seperti sesak napas hingga kematian.

“Di antaranya lansia, juga orang dengan penyakit kencing manis, darah tinggi, jantung, ginjal, paru-paru, liver, kanker, dan sebaginya,” ujarnya.

Karena itu, di masa pandemik ini dr.Nahla sangat menyarankan tiap orang untuk diam di rumah demi meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah seseorang tertular atau menulari virus corona. Jika terpaksa beraktivitas di luar rumah, dr.Nahla membagikan kiat yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan bersama.

“Usahakan tetap menjaga jarak 1 meter, sebisa mungkin jauhi keramaian, dan selalu jaga kebersihan dengan mencuci tangan yang benar sesering mungkin. Jika tak bisa temukan air dan sabun, gunakan hand sanitizer,” ungkapnya.(f)

 

BACA JUGA:
3 Dokter Meninggal Dunia Akibat Terinfeksi Virus Corona, Pemerintah Distribusikan Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis
Wabah Virus Corona (Covid-19) Pengaruhi Ekonomi, Ini Saran Pakar Marketing
Beberapa Obat Untuk COVID-19 Diuji Coba, Salah Satunya Obat Antimalaria

 

 


Topic

#corona

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?