
Foto: 123RF
Apalah arti sebuah nama. Pepatah tersebut menggiring pemikiran bahwa nama hanyalah sekadar identitas yang melekat. Padahal, bagi sebagian orang, nama mengandung untaian doa bagi penyandangnya. Banyak orang tua memberikan nama tokoh-tokoh besar dunia bagi putra-putri mereka dengan harapan buah hati mereka kelak memiliki karakter atau jalan hidup seperti mereka. Bahkan, ada yang rela melakukan restrukturisasi nama, agar hidup dan rezekinya lebih mulus.
Tidak Melulu Mistis
“Anaknya, kok, sakit-sakitan terus? Jangan-jangan keberatan nama.” Anda mungkin pernah mendengar kata-kata serupa, yang biasanya datang dari orang-orang tua. Alhasil, untuk memperbaiki ‘nasib’ si anak, maka orang tua disarankan untuk mengganti nama anaknya. Percaya atau tidak, hingga kini, masih banyak yang melakukannya.
Ahli restrukturisasi atau penyempurnaan nama, Ni Kadek Hellen Kristy Winatasari, S.Psi, M.Ed, menekankan bahwa tiap orang membutuhkan nama yang baik. Nama tersebut harus mengandung makna dan doa yang baik. Hanya, ia mengakui, ada kelompok masyarakat tertentu yang merasa butuh mengganti namanya untuk mendatangkan hoki, popularitas, atau kenyamanan psikologis untuk identitas dirinya.
Kebutuhan ini terutama berkembang di Indonesia sejak era Orde Baru. Saat itu, demi alasan politis, pemerintah yang berkuasa mengharuskan WNI keturunan Tiongkok untuk memiliki nama Indonesia. Padahal, dalam tradisi mereka, nama terkait dengan hoki atau peruntungan.
“Ada banyak klien saya, pengusaha atau public figure, yang memang terbukti setelah namanya ‘dipermak’ sedikit, tak lama kemudian ia menang tender yang tak disangka-sangka,” kisah wanita yang akrab disapa Hellen ini.
Bersalin nama juga sudah menjadi hal yang umum di antara mereka yang berkecimpung di dunia hiburan. Rata-rata, mereka ini memiliki ‘nama panggung’ yang lebih komersial, atau mudah diingat. Biasanya, nama yang ndeso diganti dengan nama yang lebih terdengar ‘kekinian’, atau kebarat-baratan.
“Harapannya, nama baru ini akan menciptakan citra diri yang ingin dimiliki oleh si artis tersebut,” kata Hellen. Ia menambahkan bahwa mereka yang berpindah agama pun biasanya akan mengganti atau menambahkan nama baru yang mewakili identitas keyakinannya yang baru.
Ia mengatakan bahwa sejak dulu masyarakat kita sudah memiliki sifat spiritual, atau percaya pada hal-hal yang tak kasatmata. “Sebagian meyakini bahwa nama mengandung arti dan energi yang bisa menentukan nasib si pemiliknya,” ujar Hellen. Yang tak boleh dilakukan, tentu saja jika seseorang berusaha untuk menghilangkan identitas lamanya karena tersangkut masalah hukum.
Menurut Hellen, pergantian nama tak hanya lazim dilakukan di Indonesia, tapi juga sudah banyak dilakukan di negara-negara maju, seperti Amerika dan Eropa. Di Amerika, praktik analisis nama ini dilakukan melalui perhitungan matematis.
“Restrukturisasi nama merupakan ilmu turunan dari numerology. Jadi, tidak selalu terkait dengan klenik atau mistis seperti yang sering dipersepsi banyak orang,” jelas master di bidang psikologi pendidikan lulusan Universitas Malaya, Malaysia, yang mendalami numerology secara autodidak ini.
Numerology pertama kali dikenal di Inggris, tahun 1907. Ilmu ini awalnya berkembang dengan mendasarkan analisis mereka pada perhitungan angka-angka kelahiran dan susunan alfabet yang menyusun nama seseorang, kemudian mengaitkannya dengan sejumlah peristiwa yang terjadi dalam hidup. Metode perhitungannya cukup bervariasi, seperti metode Chaldean, Phytagorean, Japanese, Arabic, Indian, Chinese, dan banyak lagi.
Mengubah Perilaku
Dari sebuah nama, dapat diketahui kepribadian, tingkat emosi, dan pengalaman atau tantangan hidup seseorang. Menurut Hellen, huruf-huruf yang membentuk sebuah nama, secara metafisik memiliki auranya sendiri. “Jika ada kekurangan atau kelebihan huruf, akan berpengaruh pada emosi, relasi, hoki, kesehatan, dan keuangan si pemilik nama,” jelasnya.
Perhitungan matematis ini dilakukan dengan menganalisis terlebih dahulu kombinasi nama dan tanggal lahir seseorang. Dari sini, Hellen akan memperoleh sederet kode yang menggambarkan angka keharmonisan nama dan tanggal lahir seseorang, angka hoki, social skill, destiny, prosperity, dan banyak lagi.
“Ada kesamaan struktur dan kode bagi kelompok orang-orang tertentu,” ungkap Hellen, yang tahun lalu pernah melakukan studi terhadap lebih dari 1.000 responden. Misalnya, untuk pengusaha sukses angka persentase kemakmuran mereka di atas 50%. Sementara itu, beberapa artis memiliki angka yang tinggi di bagian hoki dan kemampuan bersosialisasi, tapi rendah di bidang relasi, seperti yang terlihat dari angka perselingkuhan atau perceraian yang terjadi.
Berpegang pada temuan kode-kode ini, Hellen lantas mulai mengutak-atik padanan huruf agar nama bisa lebih selaras. “Perubahannya biasanya tidak radikal. Hanya dihilangkan atau ditambahkan satu huruf atau satu kata nama saja,” katanya.
Huruf-huruf dalam nama dengan rangkaian yang selaras akan memengaruhi emosi sang pemilik nama. Perubahan yang paling cepat biasanya terlihat pada perilaku. Emosi mereka lebih tenang dan lebih positif. Ini yang menjadi kunci, sebab orang-orang yang positif akan menarik aura positif. Tidak hanya tubuh yang menjadi lebih bugar, pintu-pintu kesuksesan pun mulai terbuka.
Hellen yang lebih menitikberatkan pada perombakan pola pikir dan penanaman sugesti ini tidak mewajibkan kliennya untuk mengesahkan nama baru mereka secara hukum. “Itu sama sekali tidak perlu. Percuma saja jika KTP atau ijazahnya diubah, tapi cara berpikirnya masih sama seperti ketika ia menyandang nama lamanya,” ujar mantan presenter TV yang hobi memasak ini. (f)
Perubahan pola pikir menjadi simpul yang memperkuat hasil restrukturisasi nama yang dilakukannya. Oleh sebab itu, Hellen melengkapi ‘ritual’ restrukturisasi nama yang dilakukannya dengan sesi hipnoterapi. Ia menanamkan pada alam bawah sadar mereka bahwa kini nama mereka telah berganti dan mereka mampu untuk mencapai harapan mereka atau jalan hidup yang lebih baik.
“Sinergi nama yang harmonis dengan pola pikir yang positif akan mendatangkan aura positif bagi orang tersebut. Membuat hidupnya lebih seimbang,” jelas pemegang sertifikat hypnotherapy, transpersonal psychotherapist, dan neuro-psycholinguistic ini. (f)
Topic
#gantinama


