Sex & Relationship
Memahami Pasangan yang ‘Bermasalah’ Demi Kelanggengan Hubungan

15 Jun 2017

 
Menerima karena Terbiasa
Tahun-tahun pertama pernikahan, Anwar merasa tak sanggup hidup dengan Fira yang bisa kapan saja ‘meledak’ dan tak pernah mau mendengar perkataannya. “Bukan hanya sekali saya terpikir ingin bercerai. Sebab, dia begitu keras kepala, apa-apa mengikuti  kemauan sendiri saja,” cetusnya.

Sebenarnya, setelah menikah, indikasi bahwa Fira menyandang bipolar sempat terungkap tanpa sengaja usai Fira mengikuti tes psikologi untuk melamar pekerjaan.
“Tapi, saat itu saya cuek karena memang tidak tahu apa itu bipolar,” kata Anwar. Baru setelah merasa hubungannya mulai terusik, Anwar mencari tahu tentang bipolar. “Semua ciri-ciri bipolar yang disebutkan, seperti perubahan mood yang mendadak atau sikap impulsif saat belanja, ada pada diri Fira,” tambah Anwar.

Menemukan kondisi berbeda pada diri Fira, mereka pun memutuskan untuk konsultasi ke ahli jiwa untuk mendapatkan solusi bagi hubungan mereka yang mulai merenggang. “Jujur, saya langsung lemas saat dokter mengiyakan bahwa istri saya bipolar. Apalagi saat itu dokter juga menganjurkan agar Fira tidak hamil saat sedang mengonsumsi obat karena bisa membahayakan janin,” cerita Anwar.

Salah satu ciri gangguan perilaku bipolar adalah perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, misal dari bahagia sekali bisa mendadak berubah menjadi sangat murung. Dalam kasus Fira, seperti diceritakan Anwar, ia kerap mengunggah curhatan pribadi hingga hal-hal yang provokatif di media sosial. Di lain sisi, Fira juga mudah terprovokasi ketika membaca berita yang mengusiknya.

“Seperti tanpa pikir panjang ia bisa langsung kalap, marah-marah, hingga menyerang timeline orang lain,” kata Anwar. Ia pun membatasi Fira untuk menggunakan media sosial.
Menerima kenyataan bahwa istri tercinta menderita bipolar, kesetiaan cinta Anwar diuji. Ketika masih berpacaran, selain perilaku drama queen yang menonjol, diakui Anwar, ia melihat kenyataan bahwa Fira beberapa kali berkhayal, membual, dan berbohong. Namun, rasa cinta dan kasih sayang penuh yang dicurahkan Fira membuat hati Anwar luluh, hingga ia berani melamarnya setelah 3 tahun berpacaran.

Kini, meski mengaku sempat jengkel dengan sikap istrinya, keinginan untuk bercerai justru tak pernah lagi tebersit di pikiran Anwar. Sebaliknya, ia berjuang agar bisa menerima kondisi Fira dengan ikhlas. “Setelah tahu dia bipolar dengan segala konsekuensinya justru saya enggak bisa ninggalin dia. Siapa lagi yang bisa support dia kalau bukan saya, suaminya. Dia butuh ditemani dan enggak bisa sendiri,” papar Anwar.

Nabila juga menyadari bahwa jalan hubungannya dengan Roni juga tidak akan mulus. Apalagi setelah Doni dinilai psikiater memiliki emosi yang tidak stabil. Demi menjaga agar hubungan mereka tidak memanas karena pertengkaran, Nabila berusaha menyaring semua berita yang berpotensi membuat suaminya marah. “Saya mengikuti maunya saja, meskipun tidak sependapat,” kata Nabila, yang kini telah memiliki satu orang anak berusia satu tahun ini.

Meski begitu Nabila mengaku ikhlas menerima sifat dan perilaku suaminya. Ia juga bangga karena mereka bisa melalui masa-masa genting dipernikahannya dengan baik. “Dengan kelapangan hati menerima kebaikan dan keburukan pasangan, tantangan seberat apa pun akan lebih ringan untuk dijalani. Apalagi sekarang kami sama-sama fokus mengurus anak,” tukas Nabila, bersyukur.

Menurut dr. Laeli, biasanya mereka yang memiliki Pasangan yang ‘Bermasalah’ akan mengembangkan sikap adaptive atau bisa menerima karena terbiasa sejalan dengan waktu. Selain itu juga butuh kesabaran ekstra untuk menerima . “Harus bisa menahan diri saat pasangannya kumat, tidak terpancing marah, dan sebaliknya mau memahami dirinya,” kata dr. Laeli.  

Tapi, tentunya semua berpulang pada komitmen masing-masing individu. Yang merasa itu adalah tanggung jawab untuk mengurus pasangannya dan tak ingin anak-anaknya terluka karena perceraian, tentunya akan memilih bertahan. Meski demikian, tak sedikit yang hubungannya kandas. “Tergantung defense mechanism masing-masing. Yang kuat defense mechanism-nya, bisa bertahan,” jelas dr. Laeli. (f)
 
*Nama disamarkan
 


Topic

#kesetiaancinta

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?