Jangan ngomel dulu. Perbedaan otak kita dengan otak si dia, tuh, yang membuat pola berpikir kita dan cowok berbeda. Maklum, cara kerja otak cewek dan cowok memang nggak sama. Jika otak kiri lebih berperan dalam cara berpikir cewek, cowok justru lebih mengandalkan otak kanan.
Hormon juga berpengaruh dalam perkembangan otak kiri dan kanan. Kapasitas kemampuan ruang di otak kanan cowok lebih besar dibanding cewek karena produksi hormon testosteron.
Hormon ini juga membuat cowok lebih tegap secara fisik sekaligus memperkuat kemampuan ruang itu. FYI, kemampuan ruang atau kemampuan spasial adalah kemampuan untuk memahami bentuk dan benda tiga dimensi.
“Hormon testosteron menghalangi pertumbuhan otak kiri cowok (otak kiri dipakai untuk komunikasi lisan dan verbal). Jadinya pada cowok, otak kanan lebih besar perkembangannya dan kemampuan ruang lebih dominan ada di cowok,” ujar Dita.
Berdasarkan teori ini, kita nggak perlu heran, deh, kalau si dia lebih doyan mengutak-atik alat elektronik, kendaraan, bahkan lebih kreatif dalam merancang bangunan dibanding kita. Kebalikannya karena pola pikir kita lebih didominasi otak kiri, kita cenderung lebih cerewet dibanding cowok.
Tapi, nggak berarti kita nggak punya keunggulan. Kemampuan kita menggunakan otak kiri plus sebagian kecil otak kanan sekaligus membuat kita dapat melakukan banyak hal berbeda di waktu yang sama a.k.a multitasking. Hormon estrogen juga mempengaruhi artikulasi kita saat berbicara sehingga dalam pengucapan kata, kita lebih jelas.
“Kalau cowok, sih, hanya mampu berfokus pada satu hal saja dalam waktu tertentu. Mereka harus menyelesaikan satu hal dulu hingga tuntas baru beralih ke hal lain,” kata Dita.
Pengaruh lingkungan
Betul, selain hormon, perkembangan otak juga dipengaruhi lingkungan. Bahkan, saat kita masih di dalam kandungan. Soalnya apa yang dialami dan dikonsumsi ibu hamil akan langsung berpengaruh pada perkembangan janin, termasuk sistem otaknya.
“Misalnya, jika gen janinnya perempuan tapi hormon testosteron lebih banyak, maka bayi yang lahir bertubuh perempuan dengan sistem otak laki-laki. Pas besar cenderung tomboy. Perolehan hormon testosteron secara berlebih ini terjadi jika ibunya melakukan pengobatan tertentu yang mengandung hormon testosteron dosis tinggi,” ucap Dita.
Sebaliknya, bayi cowok pun bisa memiliki pola pikir cewek jika hormon perempuannya dalam tubuhnya lebih besar. Tapi yang lebih penting, nih, lingkungan sekitar dan motivasi ikut juga sangat menentukan pola pikir kita. Asalkan ada kemauan untuk belajar, maka cara berpikir kita pun bakal makin berkembang dan kreatif.
“Contohnya, kalau kita ingin lebih oke dalam membaca peta, tentu kuncinya, ya, berlatih,” jelas Dita. CC
Hormon juga berpengaruh dalam perkembangan otak kiri dan kanan. Kapasitas kemampuan ruang di otak kanan cowok lebih besar dibanding cewek karena produksi hormon testosteron.
Hormon ini juga membuat cowok lebih tegap secara fisik sekaligus memperkuat kemampuan ruang itu. FYI, kemampuan ruang atau kemampuan spasial adalah kemampuan untuk memahami bentuk dan benda tiga dimensi.
“Hormon testosteron menghalangi pertumbuhan otak kiri cowok (otak kiri dipakai untuk komunikasi lisan dan verbal). Jadinya pada cowok, otak kanan lebih besar perkembangannya dan kemampuan ruang lebih dominan ada di cowok,” ujar Dita.
Berdasarkan teori ini, kita nggak perlu heran, deh, kalau si dia lebih doyan mengutak-atik alat elektronik, kendaraan, bahkan lebih kreatif dalam merancang bangunan dibanding kita. Kebalikannya karena pola pikir kita lebih didominasi otak kiri, kita cenderung lebih cerewet dibanding cowok.
Tapi, nggak berarti kita nggak punya keunggulan. Kemampuan kita menggunakan otak kiri plus sebagian kecil otak kanan sekaligus membuat kita dapat melakukan banyak hal berbeda di waktu yang sama a.k.a multitasking. Hormon estrogen juga mempengaruhi artikulasi kita saat berbicara sehingga dalam pengucapan kata, kita lebih jelas.
“Kalau cowok, sih, hanya mampu berfokus pada satu hal saja dalam waktu tertentu. Mereka harus menyelesaikan satu hal dulu hingga tuntas baru beralih ke hal lain,” kata Dita.
Pengaruh lingkungan
Betul, selain hormon, perkembangan otak juga dipengaruhi lingkungan. Bahkan, saat kita masih di dalam kandungan. Soalnya apa yang dialami dan dikonsumsi ibu hamil akan langsung berpengaruh pada perkembangan janin, termasuk sistem otaknya.
“Misalnya, jika gen janinnya perempuan tapi hormon testosteron lebih banyak, maka bayi yang lahir bertubuh perempuan dengan sistem otak laki-laki. Pas besar cenderung tomboy. Perolehan hormon testosteron secara berlebih ini terjadi jika ibunya melakukan pengobatan tertentu yang mengandung hormon testosteron dosis tinggi,” ucap Dita.
Sebaliknya, bayi cowok pun bisa memiliki pola pikir cewek jika hormon perempuannya dalam tubuhnya lebih besar. Tapi yang lebih penting, nih, lingkungan sekitar dan motivasi ikut juga sangat menentukan pola pikir kita. Asalkan ada kemauan untuk belajar, maka cara berpikir kita pun bakal makin berkembang dan kreatif.
“Contohnya, kalau kita ingin lebih oke dalam membaca peta, tentu kuncinya, ya, berlatih,” jelas Dita. CC


