Kita yang menjalani memang belum tentu sadar akan perubahan sikap cuek yang terjadi semenjak jadian dengan si dia. Daripada keburu dijauhi teman dan disebelin keluarga, lebih baik tanya saja pada mereka. Setelah jadian dengan si dia, ada yang berubah nggak, sih? Kalau iya, apakah masih wajar atau sudah keterlaluan.Coba, deh, jika kondisnya dibalik. Saat teman atau adik baru jadian dan langsung melupakan kita, apa yang bakal kita rasakan? Jelas bakal sedih dan kesal, kan? Jadi sebelum keterusan egois, buruan ubah kondisi jangan supaya nggak jadi pengganggu dalam keluarga dan pertemanan.
Nah, jika kita cenderung terpengaruh orang lain, termasuk pacar, buruan siapkan jurus penangkalnya.
Bukan berarti kita harus mendebat segala hal yang dikatakannya, tapi pikir-pikir dulu sebelum menuruti perkataan si dia. Apakah akan berdampak positif atau negatif?
Misalnya, kita rela memotong rambut panjang kita karena dia menginginkan rambut kita lebih sporty, kita tetap melakukannya padahal kita nggak menyukainya. Hal itu semata-mata kita lakukan supaya hubungan tetap awet yang bikin kita menyesal setelahnya.
Perubahan kayak gini yang bikin kita jadi mahluk asing di mata teman dan keluarga. Lagipula kesannya nggak punya pendirian sama sekali. Memang, sih, semua ingin buat pacarnya bahagia, tapi ingat, kalau kita rela berbuat banyak demi si dia, kita juga harus merasakan kebahagiaan yang sama. CC


