Siapa, sih, yang mau kalah dalam persaingan di dunia kerja? Tapi, persaingan pasti menghasilkan pemenang dan yang kalah (nggak, mau, kan, disebut pecundang).Kita dituntut untuk bisa bersikap sportif. Saat kalah, ucapkan selamat pada pemenang. Namun jangan berhenti sampai di situ. Jadikan sebagai pengalaman untuk berbuat lebih baik lagi.
Sementara itu, bangga saat menang, sih, wajar. Tapi bukan berarti lantas boleh santai. Anggaplah kemenangan sebagai satu perjalanan hidup dan kita tetap nggak berhenti berusaha.
"Misalnya saat Rudi Hartono juara All England pertama kali, dia tidak lantas jalan-jalan, melainkan berlatih lima kali sehari," jelas konsultan karier Eddy F Tjahya mencontohkan.
Menurutnya lagi, sportivitas sangat dibutuhkan dalam dunia usaha hari ini. Pamali, tuh, main 'kotor' seperti mencuri data lawan. Curang sekarang bakal menuai hasil negatif kemudian. CC


