Menolak limpahan tugasBingung menyikapi bos yang selalu melimpahkan kerjaannya ke kita? Menurut Yani, politik terbaik adalah bersikap tegas. Kerja tim yang baik mengharuskan kita untuk saling mendukung, bukan memanfaatkan.
"Lakukan semua tugas yang jadi tanggung jawab kita dan biarkan bos mengerjakan tugasnya. Dengan begitu, kita nggak bakal disalahkan kalau sampai ada masalah nantinya," jelas konsultan karier Yani Karina Tasha.
Kalau memang ada hal-hal yang kita kuasai dan tidak dikuasai oleh bos, boleh saja mengajarinya tapi tidak dengan cara mengambil alih tugasnya terus-menerus. Jika sudah bisa, biarkan bos mengerjakan tugasnya sendiri. Kalau tidak, kita sendiri yang akan kewalahan mengerjakan tugas dua kali lipat.
Dilema pindah divisi
Meski masih betah di divisi sekarang, perusahaan memindahkan kita ke divisi lain. Gawatnya, kita tidak menyukai pekerjaan di divisi baru ini.
Ada baiknya jangan langsung menolak. "Coba, deh, bicarakan dulu dengan pihak berwenang. Katakan alasan kita yang rasional, seperti tidak sesuainya keahlian kita dengan job desk pada divisi baru," tutur Yani.
Pemindahan karyawan ke divisi lain pastilah tidak sembarangan. Cari tahu, deh, alasan di balik pemindahan ini. Siapa tahu perusahaan melihat bakat kita di bidang tertentu atau peluang kita untuk prmosi lebih terbuka di divisi lain.
Jika kita tetap tidak nyaman di divisi baru, sementara perusahaan menolak memindahakan kita, cuma tinggal dua pilihan: tetap tinggal dan berusaha bekerja dengan baik atau segera mengundurkan diri.
Ketemu musuh lama
Bertemu musuh lama di kantor = salah satu mimpi buruk yang jadi kenyataan! Lebih-lebih kalau kita harus bekerja sama dengannya. Kalau waktu kuliah kita masih bisa terang-terangan menunjukan sikap nggak suka, tidak demikian di kantor. Ingat, bersikap profesional berarti tidak membawa masalah pribadi ke kantor.
"Coba, deh, lihat sisi baiknya dan manfaatkan hal itu sebaik mungkin supaya perasaan nggak nyaman kita hilang. Kita harus punya prinsip bahwa seburuk apapun lingkungan kita, jangan sampai terlibat di dalamnya. Dengan begitu, kita tetap bisa bekerja dengan lancar, karena berhasil meminimkan gangguan eksternal," papar Yani.
Kenal dengannya saat kuliah sebenarnya justru bisa jadi nilai tambah. Kita punya gambaran tentang pribadi orang tersebut. Dengan begitu, kita bisa antisipasi segala kemungkinan yang terjadi saat kita bekerja sama dengannya. Agar suasana kerja tetap kondusif, Yani menyarankan untuk tetap melakukan tugas dan tanggung jawab sesuai porsi masing-masing.
Korban gosip
Gosip kantor memang asyik, selama bukan kita yang digosipin. Tapi siapa yang bisa melarang beredarnya gosip. Jangan didiamkan. Saran Yani, ajak si penggosip bicara empat mata dan selesaikan masalah berdua saja. Lakukan hal itu tanpa emosi supaya nggak merembet ke masalah yang lain. Jika tidak menyelesaikan masalah, kita bisa meminta bantuan pihak ketiga seperti rekan kerja, atasan atau staf personalia. CC


