Career
7 'Cobaan' di Kantor & Cara Mengatasinya (part 1)

15 Nov 2012

Menjaga kesabaran bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan, terutama saat kita berada di kantor. Kayaknya berbagai gangguan selalu 'siap' mempermainkan emosi kita, dari atasan yang terus ngomel tanpa alasan hingga koneksi internet yang super lelet.
  Jangan mau, dong, dikalahkan emosi. Sebaliknya, kitalah yang seharusnya mengendalikan perasaan kita sebagai bentuk perwujudan profesionalisme kerja.
   Tarik nafas sejenak dan berikan kesempatan pada otak kita untuk berpikir menggunakan logika. Yakinkan diri sendiri kalau bertindak menggunakan emosi sama sekali nggak ada gunanya!

Siapa bilang praktek lebih sulit daripada teori? Buktikan, deh, tip berikut ini yang bakal mempermudah kita dalam menghadapi situasi-situasi nggak menguntungkan! Contek, deh, masukan dari Wesmira Parastuti (Mia), M.Psi, konsultan karier dari Wesmira Psychological & Recruitment Services berikut ini....

Bos PMS
Siapa yang nggak bete menghadapi atasan yang ngomel terus menerus tanpa alasan jelas? Malahan, nih, kesalahan kecil yang nyaris nggak ada artinya pun bisa membuat bos mengeluarkan sumpah serapahnya!
    Jangan pernah mengumbar amarah saat terjebak dalam situasi seperti ini. Jagalah kata-kata yang akan keluar dari mulut meskipun kita kesal setengah mati terhadap kelakuan si bos.
     Lagipula bukan cuma kita, kan, yang kecipratan emosinya, tapi juga rekan-rekan lainnya. Kita justru kudu 'bersimpati' atas ketidakmampuannya dalam mengontrol emosi.
     “Supaya emosi kita nggak turut terpancing, cukup anggukan kepala saat bos mengeluarkan uneg-unegnya. Tidak usah memasukan perkataannya ke dalam hati. Yang penting, nih, seluruh pekerjaan kita beres dan memang nggak ada kesalahan yang perlu kita risaukan,” jelas Mia.

Tanpa OB
Kesabaran plus daya tahan fisik kita saat berpuasa benar-benar diuji tanpa kehadiran office boy yang sedang sakit. Kita pun jadi lebih aktif bergerak untuk memfotokopi bahan-bahan presentasi maupun mengirim surat melalui fax yang kebetulan mesinnya hanya ada di lantai 1 (padahal kita berada di lantai 3)!
    Tugas kita memang makin bertambah tanpa adanya OB, tapi kita kudu menyadari kalau itu merupakan konsekuensi dari pekerjaan kita. Supaya nggak pontang-panting lagi di waktu mendatang, kita mesti memiliki manajemen waktu, tuh!         
     “Kalau kita sudah memiliki data yang diperlukan untuk rapat dengan klien, jangan tunda untuk memfotokopinya saat itu juga. Jadi kita pun nggak akan kelabakan pas hari H, apalagi ketika OB tidak masuk.
     Bagaimanapun kesabaran menghadapi beban pekerjaan plus manajemen waktu memegang peranan penting untuk memperoleh efektivitas dalam bekerja,” tambah Mia.

'Digantung' klien

Sebagian besar dari kita pasti sudah pernah merasakan ketegangan gara-gara klien nggak juga memberikan tanggapan terhadap tawaran kerjasama (perusahaan) kita. Atasan yang terus mendesak hasil laporan kita membuat keadaan semakin panas!
     'Digantung' klien sama tidak menyenangkannya seperti digantung gebetan. Jelaskan, deh, mengenai deadline kita pada klien secara baik-baik.
     Jika email kita belum dibalas dan dia nggak bisa dihubungi via telepon, artinya kita kudu mencoretnya dari kerjasama yang sedang kita jalankan. Daripada ngomel-ngomel, lebih baik gunakan energi kita untuk mencari klien lain yang bisa diajak bekerjasama dalam waktu singkat!
      Kalau akhirnya klien tersebut menghubungi kita saat deadline sudah lewat, kita tetap harus menanggapinya dengan profesional.
    Jangan sampai, deh, kita memberikan jawaban ketus sebagai bentuk balas dendam. Beri penjelasan yang 'bersahabat' untuk menjaga hubungan baik dengannya. Siapa tahu, nih, kita masih bisa mengajaknya bekerjasama untuk acara lain!
 
Internet nggak bersahabat
Nggak berlebihan rasanya kalau kita menyebut internet sebagai salah satu aset penting pada tiap perusahaan. Internet merupakan sumber informasi kita, tuh, untuk mendukung pekerjaan.
     Gimana nggak panik, jika tiba-tiba internet down pas kita sedang sibuk-sibuknya mencari bahan presentasi untuk rapat besok?
      Ngomel atau 'membanting' komputer nggak akan memberi pengaruh apa pun kecuali puasa kita yang batal. Hal yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah adalah mengeceknya ke bagian IT.
     Cari tahu, deh, apakah lambannya koneksi internet terjadi secara global atau memang karena komputer kita yang bermasalah. Kalau hasilnya negatif, kita pun kudu kreatif mencari bahan dari sumber lain!
      “Perpustakaan di kantor, file lama maupun informasi dari rekan kerja yang lebih berpengalaman bisa kita jadikan sebagai bahan referensi kita. Jika kita masih tetap membutuhkan internet untuk memperlancar presentasi, maka kita pun bisa pergi ke warnet di dekat kantor.
      Sebelumnya tentu saja kita harus minta izin pada atasan supaya nggak terjadi kesalahpahaman,” jelas Mia. CC


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?