
Foto: 123RF
Seiring perkembangan zaman, kebutuhan untuk sehat menjadi lebih kompleks dari sekadar jauh dari penyakit atau memiliki umur panjang. Mereka yang sadar pentingnya gaya hidup sehat juga mencari berbagai solusi untuk menambah energi, menambah konsentrasi, menguatkan tulang, membuat kulit mulus dan rambut indah, dan sebagainya. Namun, mengonsumsi berbagai makanan yang berbeda untuk mendapatkan semua manfaat tentu tidak mudah.
Di sinilah daya tarik superfood, menurut Wida Winarno. Ia melihat, dengan tren gaya hidup masyarakat yang makin mengarah ke gaya hidup sehat dan alami, orang mencari solusi sehat yang lebih praktis.
“Perut kita memiliki keterbatasan kapasitas. Superfood menjadi solusi yang menarik karena dari satu sumber atau satu tanaman, kita bisa mendapatkan banyak manfaat sekaligus,” jelas direktur PT Embrio Biotekindo ini.
Ada di Sekitar Kita
Menurut Prof. Dr. Nuri Andarwulan M.S., guru besar dan peneliti di Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, sebetulnya tren superfood ini sudah ada sejak akhir tahun 1990-an, tapi dengan istilah pangan fungsional (functional foods) atau pangan kesehatan (health foods). Ia menjelaskan, istilah superfood yang dipakai untuk pangan yang mengandung zat gizi dan komponen bioaktif ini kerap kali terdengar eksotis hanya karena menggunakan bahasa Inggris, juga hasil-hasil penelitiannya yang datang dari luar negeri.
Sebagai informasi, komponen bioaktif adalah senyawa nongizi yang bermanfaat baik untuk tubuh, karena sifatnya yang preventif (melindungi atau memelihara kesehatan) dan promotif (meningkatkan kesehatan). Pada dasarnya, menurut Nuri, kalau dilihat lebih dekat, bermacam bahan pangan yang bisa kita dapatkan sehari-hari juga memiliki kemampuan yang tak kalah super.
Selain vitamin dan mineral, sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat pangan yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan, menurunkan kolesterol darah, dan menjaga gula darah. Keduanya juga mengandung komponen bioaktif golongan senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan, yaitu melawan radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel tubuh dan menurunkan imunitas.Nuri mencontohkan apel. Menurutnya, pepatah kuno: an apple a day keeps the doctor away, memang benar adanya. Pasalnya, apel mengandung vitamin C, serat pangan, dan senyawa fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan. “Jadi, mengonsumsi satu apel sebagai tambahan nutrisi tiap hari akan membuat tubuh kita selalu sehat dan bugar,” ujarnya.
Di sinilah daya tarik superfood, menurut Wida Winarno. Ia melihat, dengan tren gaya hidup masyarakat yang makin mengarah ke gaya hidup sehat dan alami, orang mencari solusi sehat yang lebih praktis.
“Perut kita memiliki keterbatasan kapasitas. Superfood menjadi solusi yang menarik karena dari satu sumber atau satu tanaman, kita bisa mendapatkan banyak manfaat sekaligus,” jelas direktur PT Embrio Biotekindo ini.
Ada di Sekitar Kita
Menurut Prof. Dr. Nuri Andarwulan M.S., guru besar dan peneliti di Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, sebetulnya tren superfood ini sudah ada sejak akhir tahun 1990-an, tapi dengan istilah pangan fungsional (functional foods) atau pangan kesehatan (health foods). Ia menjelaskan, istilah superfood yang dipakai untuk pangan yang mengandung zat gizi dan komponen bioaktif ini kerap kali terdengar eksotis hanya karena menggunakan bahasa Inggris, juga hasil-hasil penelitiannya yang datang dari luar negeri.
Sebagai informasi, komponen bioaktif adalah senyawa nongizi yang bermanfaat baik untuk tubuh, karena sifatnya yang preventif (melindungi atau memelihara kesehatan) dan promotif (meningkatkan kesehatan). Pada dasarnya, menurut Nuri, kalau dilihat lebih dekat, bermacam bahan pangan yang bisa kita dapatkan sehari-hari juga memiliki kemampuan yang tak kalah super.
Selain vitamin dan mineral, sayuran dan buah-buahan juga mengandung serat pangan yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan saluran pencernaan, menurunkan kolesterol darah, dan menjaga gula darah. Keduanya juga mengandung komponen bioaktif golongan senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan, yaitu melawan radikal bebas yang berpotensi merusak sel-sel tubuh dan menurunkan imunitas.Nuri mencontohkan apel. Menurutnya, pepatah kuno: an apple a day keeps the doctor away, memang benar adanya. Pasalnya, apel mengandung vitamin C, serat pangan, dan senyawa fenolik yang bermanfaat sebagai antioksidan. “Jadi, mengonsumsi satu apel sebagai tambahan nutrisi tiap hari akan membuat tubuh kita selalu sehat dan bugar,” ujarnya.
Topic
#manfaatsuperfood


