Dan cara menghadapinya!Namanya juga manusia, dosen juga punya karakter tertentu yang menonjol dalam mengajar. kalau kita tahu pasti tipe dosen-dosen kita, nggak perlu pusing menghadiri kelas karena kita sudah tahu celah mengambil hatinya, dong.
1. Penjaga Tiket
Dosen ini senang mengecek tugas mahasiswa sebelum kuliah dimulai. ibaratnya, mengerjakan tugas merupakan 'tiket' masuk kelas. jadi, kalau belum mengerjakan tugas, kita bakal disuruh keluar kelas dan baru boleh masuk setelah tugasnya selesai.
Menghadapi tipe dosen seperti ini, sebenarnya, mudah saja. Asal kita selalu mengerjakan tugas sebelum kelas dimulai, maka kita bisa aman sampai lulus, tuh. Seharusnya, jadi motivasi kita juga, kan, untuk mengerjakan tugas kuliah.
2. Curhat colongan
Ada pula dosen yang senang bercerita. hampir di setiap kuliahnya, sang dosen bakal berbagi tentang pengalaman hidupnya sambil membanding-bandingkan dengan konteks kuliah atau kehidupan sekarang. Selama masih nyambung dengan materi kuliah, sih, maklum aja. tapi, ujung-ujungnya, sang dosen malah curcol.
Kalau dosen ini mulai kumat bercerita, kita bisa menginterupsi beliau dengan, mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi kuliah. Kalau nggak, dengarkan saja, siapa tahu kita bisa belajar sesuatu dari ceritanya--nggak melulu soal akademis.
3. Text-book berjalan
Dosen tipe ini, ilmu yang dimilikinya sebatas hafalan di buku kuliah. Umumnya, beliau juga nggak suka mahasiswa yang terlalu kritis bertanya alias jawabannya nggak ada dalam buku. Makanya, kalau mau ujian bagus, kita harus mati-matian menghafal diktat kuliah--kalau perlu sampai titik-komanya, he he he...
Susah-susah gampang memang menghadapi dosen begini. kalau kita kuat dalam menghafal, sih, nggak jadi masalah. Hanya saja, dosen seperti, nih, yang nggak menjadikan mahasiswanya pandai--cuma menghafal. Tapi, kita boleh, kok, berdiskusi dengan dosen lain yang lebih terbuka untuk menambah masukan.
4. Malas ngajar
Setiap ikut kelasnya, kita cuma disuruh mencatat, merangkum, atau mengerjakan tugas. Selagi kita mencatat atau mengerjakan tugas, beliau cuma duduk dan sibuk menulis--atau bermain ponsel dan entah ngapain. Parahnya, di jam mengajar, beliau juga suka meninggalkan kelas dan baru kembali menjelang kelas usia.
Kalau kita pemalas, sih, dapat dosen seperti ini, asyik banget. tapi sadar nggak, artinya, kita mmbayar biaya kuliah dengan percuma untuk dosen tersebut. Makanya, kita berhak melaporkan sikap dosen ini kepada kepala jurusan kalau kelakuannya berkelanjutan terus.
5. Penerima upeti
Dosen tipe ini senang 'dimanjakan' dengan hadiah dan upeti. Agak malas, sih, memang menghadapi dosen seperti ini. kalau memang kita nggak kesulitan memberi, mungkin dosen seperti ini bukanlah dosen yang sulit dihadapi, tapi kalau tidak?
Selama prestasi akademis kita memang baik-baik saja, nggak perlu khawatir dengan dosen ini. Nggak mungkin, kan, beliau memberi nilai yang menjatuhkan kalau nilai kita di mata kuliah lain baik-baik saja. Kalau memang merasa mampu mengikuti kuliahnya, kita bisa mengikuti kuliahnya, kita bisa menuntut bukti penilaiannya terhadap tugas kita. CC


