Selain belum gajian, skripsi yang nggak kunjung kelar, dan bertengkar dengan pacar—hi hi hi, ada sederet faktor lain, nih, yang bisa bikin kita sakit kepala. Mudah-mudahan dengan mengetahui faktor pemicunya, kita bisa menghindarinya—biar nggak sering cenat-cenut. Check them out!Salah Postur
Posisi kepala dan bahu yang tertarik bisa membuat otot di sekitar leher, tengkorak kepala dan tulang punggung menjadi tegang. Kebiasaan tersebut juga menekan saraf-saraf di leher dan kepala sehingga memicu sakit kepala.
Dehidrasi
Minimnya air di dalam darah akan menjadikan darah pekat sehingga aliran ke tubuh bagian atas terhambat. Akibatnya, timbul sakit kepala.
Kurang Tidur
Rata-rata kebutuhan tidur manusia dewasa adalah tujuh-delapan jam per hari. Jika kurang dari itu, tekanan darah bisa turun sehingga peredaran darah ke kepala terhambat.
Stres
Saat stres, tubuh dipenuhi unsur kimiawi pemicu stres seperti adrenalin. Sebaliknya, unsur kimiawi yang menenangkan tubuh seperti endorfin akan berkurang. Akibatnya kita lebih mudah sakit kepala
Aroma Tajam
Parfum, lem, obat nyamuk, kamper, cat basah, detergen, cairan pembersih cat kuku, apapun yang aromanya menyengat dapat merangsang sistem saraf yang memicu sakit kepala.
Film 3D
Film dengan teknologi tiga dimensi (3D) bisa menyebabkan ketegangan pada mata karena ilusi yang dilihat pada film 3D nggak ‘dipilah’ dengan cara yang sama antara otak dengan mata. Akibatnya otak bekerja lebih keras—pada sebagian orang dapat menyebabkan sakit kepala.
Aksesori Rambut
Jepit rambut, bando, topi yang sempit, atau mengikat rambut terlalu kencang bisa menyebabkan saraf di daerah kepala menegang.
Over-Exertion
Aktivitas fisik yang menghabiskan banyak tenaga—seperti olahraga berlebih—membuat pembuluh darah di sekitar leher dan kepala tertekan. Bahkan menurut survei yang dilansir health.com, 46 persen responden menyatakan bercinta juga kerap bikin sakit kepala! Biasanya timbul saat foreplay dan orgasme—meski dianggap nggak menganggu karena ada sensasi lain yang lebih menyenangkan, hi hi hi.
Makanan Manis
Perut kosong dapat menurunkan gula darah, tapi, nggak berarti bisa ‘diobati’ dengan mengonsumsi makanan manis seperti permen, ya. Pasalnya, gula dari makanan manis akan membuat gula darah melambung untuk kemudian turun lebih rendah lagi. Nah, naik-turunnya kadar gula darah justru memperparah sakit kepala.
Rokok
Kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan pembuluh darah ke otak menyempit sehingga aliran darah ke otak berkurang. Ingat, ya, ‘hukum’ ini berlaku bukan hanya bagi perokok aktif, tapi juga perokok pasif yang ikutan menghirup asap. Ironis. CC


