True Story
Perjuangan Selena Gomez Melawan Lupus Hingga Harus Transplantasi Ginjal

26 Nov 2017



Foto: Instagaram/@selenagomez
 
Kekuatan Persahabatan

Perkenalan Selena dan Francia Raisa terjadi pada tahun 2007. Waktu itu, dua bintang cilik yang saat itu tergabung dalam Disney dan ABC Family (sekarang Freeform) itu tengah mengunjungi pasien cilik di sebuah rumah sakit. “Waktu itu saya dan Selena berada dalam satu grup, dan kami merasa klik,” ujar Francia kepada Latina, pada tahun 2013.
 
Seiring perjalanan karier Selena yang terus menanjak, persahabatan mereka tetap terjalin. Bahkan, ketika Selena disebut-sebut bergabung bersama pertemanan glamornya di Taylor’s Squad –geng penyanyi Tailor Swift, terdiri atas supermodel Karlie Kloss, Cara Delevigne, Lily Aldridge, Gigi Hadid, hingga aktris Blake Lively– pada akhirnya Francialah yang setia berada di samping Selena saat menghadapi perpisahan yang menyakitkan dengan Justin Bieber.
 
Begitu juga sebaliknya, Selena rela meninggalkan studio untuk bisa bersama sahabatnya yang saat itu juga sedang patah hati. Kenangan manis persahabatan ini dituliskan Francia di media sosial, di hari ulang tahun Selena yang ke-24. “Saya sangat menyayangi Selena. Dia sudah seperti saudara perempuan saya. Dia sangat perhatian dan penuh kasih. Entah dari planet mana ia berasal bisa menjadi orang sebaik itu,” ujar bintang serial TV The Secret Life of the American Teenager itu.
 
Keduanya selalu berusaha hadir di tiap momen terbaik dan terburuk dalam kehidupan mereka. Ada banyak hal yang mereka bagi bersama, momen-momen yang tidak akan terlewatkan begitu saja. “Apakah itu saat kami menangis, tertawa, atau hanya duduk di lantai dapur rumahku, membicarakan hidup yang begitu membingungkan. Aku bersyukur engkau selalu ada,” ungkap Francia kepada Selena di akun Instagramnya.
 
Lupus memang membuat Selena menderita. Agustus 2016, ia lagi-lagi membatalkan tur dunianya karena menderita kegelisahan, depresi, dan serangan panik. Tur bertajuk The Revival yang direncanakan akan berakhir di Guadalajara, Meksiko, pada Desember 2016 itu pun batal dengan alasan sang penyanyi harus fokus pada pengobatannya.
 
“Lupus bisa menyebabkan kondisi yang berbeda-beda bagi tiap orang. Pada saya, serangannya bisa berwujud depresi dan kepanikan. Makanya, saya memilih membatalkan tour untuk meminimalkan stres,” katanya. Apalagi, pada kasus Selena, ia juga menderita lupus nephritis, yaitu lupus yang menyerang ke ginjal.  Ketika ginjalnya mengalami peradangan, ia tidak bisa bekerja dengan baik untuk memfilter racun-racun tubuh yang dikeluarkan lewat urine. Karena itu, ketika kadar racun dalam darah tidak bisa dikendalikan, pasien akan menderita kesakitan yang amat sangat.
 
Tidak tahan melihat kondisi sahabatnya, Francia terdorong untuk menawarkan satu ginjalnya kepada Selena, tanpa sepeser pun bayaran. Padahal, Selena tidak pernah sekalipun meminta Francia untuk melakukan tes kecocokan ginjal. Operasi transplantasi ginjal itu dilaksanakan secara diam-diam di Cedars Sinai Hospital, Los Angeles. “Francia mengatakan kepada beberapa orang terdekatnya bahwa ia akan mendonorkan satu ginjalnya, tapi tidak ada satu pun yang diberi tahu ia mendonorkan kepada siapa,” ujar salah satu teman Francia.
 
Baik lingkaran persahabatan ataupun keluarga Franciatidak kaget dengan keputusannya ini. “Mereka berdua sangat dekat. Mereka sangat spiritual dan percaya Tuhan, bahkan sekarang lebih-lebih lagi. Setahu saya, mereka berdua berdoa bersama untuk kelancaran operasi dan kondisi kesehatan Selena,” imbuh sumber tersebut. Hadiah persahabatan terbaik ini membuat Selena kehabisan kata. “She gave me the ultimate gift and sacrifice by donating her kidney to me. I am incredibly blessed. I love you so much Sist,” ungkap Selena, di media sosial miliknya.

(Klik page di bawah untuk membaca kelanjutan cerita)
 


Topic

#selenagomez

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?