SALING MENDUKUNG
Michael mengatakan, menjalani masa pacaran selama 6 tahun bukanlah hal yang sia-sia. Mereka mengisinya dengan saling mengenal dan mengasah diri lewat pembicaraan-pembicaraan yang berkualitas. Mereka juga menggunakannya untuk saling mendukung karier masing-masing. Dukungan Jeniffer pada karier Michael di dunia pertelevisian ini bahkan telah ditunjukkannya sejak mereka masih menjadi sepasang kekasih.
“Dari dia, saya tahu bahwa pekerjaan sebagai reporter tidak begitu menjanjikan. Waktu bekerja pun tak beraturan. Namun, saya tetap menyemangati dia,” ujar Jeniffer. Tak jarang Jeniffer ikut Michael ketika sedang melakukan liputan di malam hari. Tujuannya, selain ingin melepas kangen, ia juga ingin memahami dunia kerja Michael. Jadi, ia paham saat secara tiba-tiba ada rencana mereka yang harus dikalahkan oleh komitmen kariernya sebagai jurnalis TV.
“Bila ada ribuan atau jutaan fans-nya, saya adalah fans yang berada di urutan pertama. Ketika pertama kali dipercaya membawakan live report, di tengah kesibukan di kantor, saya bela-belain untuk menontonnya. Kemudian, ketika sudah dipercaya untuk membacakan berita di pagi hari, saya juga menontonnya. Saya memberikan saran kepada dia dari sudut pandang penonton,” tutur Jeniffer.
Begitu pula Michael, ia menyemangati Jeniffer ketika pada tahun 2009 memilih berkarier di perusahaan asuransi, yang kala itu terbilang masih kecil. “Sekecil apa pun pekerjaan, tetaplah setia. Kelak kita mendapatkan sesuatu yang besar dari perjuangan itu. Begitulah saya menyemangati Jeniffer,” ucap Michael. Kata-kata inilah yang menjadi penghiburan dan penyemangat baginya.
Jeniffer juga bukan tipe wanita pencemburu, meski dalam keseharian kerjanya Michael dikelilingi wanita cantik sesama presenter atau news anchor. “Saya tahu Michael bukan pria genit,” katanya, tertawa. Begitu pula sebaliknya, Michael sangat percaya pasangannya tidak akan mungkin mengkhianatinya. “Bagi sebagian orang, mungkin kecemburuan itu adalah tanda cinta, tapi bagi saya bukan. Saya percaya, dia bisa menjaga hati dan diri untuk saya,” tutur Michael.
Jeniffer mengaku bangga memiliki Michael sebagai pasangan hidup. Ia bangga karena Michael tetap setia dan bersabar menjalani semua proses. Menurutnya, Michael selalu sadar dari mana dia berasal, yaitu berasal dari bawah. Bahkan, setelah mendapat penghargaan sebagai Presenter Berita Terbaik dalam ajang Panasonic Gobel Award 2013 dan 2015, dia tetap rendah hati. “Ia menghormati semua orang, terutama orang-orang yang dekat dengannya selama proses memulai karier dari bawah,” kata Jeniffer. Air mata haru meleleh di pipinya.
Michael juga bangga terhadap kemandirian Jeniffer. Dia tahu apa yang dia kejar dan tahu bagaimana mendapatkannya. “Dia selalu melihat segala sesuatu dari segi positif, sehingga itu juga ikut mengubah mindset saya. Tidak pernah melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak, sesibuk apa pun pekerjaannya di kantor,” tutur Michael, salut.
Pahit manis, tangis tawa, mereka jalani bersama. Sesibuk apa pun jadwal kegiatan mereka, baik Michael maupun Jeniffer telah berkomitmen untuk meluangkan waktu berdua. Kini, mereka terbantu dengan jam kerja Michael yang berlangsung reguler, masuk pukul 09.00 WIB dan pulang sore, sehingga ia punya waktu yang cukup banyak untuk keluarga.
“Tiap berangkat pagi, kecuali ada liputan luar kota, saya dan Jeniffer selalu berangkat bareng dari Bintaro ke kantor di daerah Kuningan, Jakarta. Kebetulan kantor kami berdekatan,” katanya. Kadangkala, pulang pun mereka bareng. Selama perjalanan pergi atau pulang itulah mereka manfaatkan untuk saling berbagi informasi tentang pekerjaan dan kendala yang dihadapi di kantor masing-masing.
Teknologi smartphone membantu mereka untuk saling memperhatikan, meski hanya mengingatkan untuk makan. Bila sedang kangen, mereka saling berkabar untuk memantau kedua anak mereka, Matthew James Tjandra (4,5) dan Marc Jameson Tjandra (11 bulan), dari smartphone yang terhubung dengan CCTV di rumah. Sebagai orang tua, Jeniffer dan Michael memberikan kebebasan penuh pada kedua putra mereka untuk mengejar mimpi sesuai passion mereka masing-masing. “Sama seperti kami berdua, yang juga sama-sama menghidupi passion,” tutup Michael.(f)


