True Story
Kisah Michael Tjandra & Jeniffer Natapura Merajut Masa Depan

3 May 2017

MENJADI SATU

Jalinan kasih mereka pun tidak imun dari pertengkaran-pertengkaran tentang dua pribadi yang berbeda. Jeniffer mengatakan, salah satu tantangan baginya adalah soal adaptasi. Ia terlahir sebagai sulung, sementara Michael adalah anak bungsu. Perbedaan ini saja sudah menjadi ‘sumbu’ yang siap menyala jika ‘dibakar’.

Begitu juga dari segi budaya. Walau sama-sama keturunan Tionghoa,  Jeniffer merasa berbeda. Michael terlahir dari ibu keturunan Cina asal Ambon, sementara ayahnya Cina-Surabaya. “Kombinasi itu membuat intonasi suaranya cukup tinggi. Saya pikir dia marah-marah, padahal sebenarnya tidak,” ujar Jeniffer, yang ayah dan ibunya keturunan Cina asal Padang, Sumatra Barat.

Kalau sudah bertengkar, biasanya keduanya akan sama-sama mogok bicara. Sumber keributan biasanya adalah perbedaan pendapat ketika mereka saling mengeluarkan pendapat atau prinsip soal masa depan. Misalnya, ketika membicarakan bagaimana kelak mereka memperlakukan orang tua.

Untungnya, masa-masa saling mengambek ini tidak pernah berlangsung lama. Selalu ada masa-masa saling mengalah. Kesepakatannya: semua masalah dan kemarahan harus dipadamkan sebelum matahari terbit.  “Jam dua pagi sekalipun, salah satu di antara kami pasti telepon. Menyelesaikan masalah dan saling memaafkan,” tutur Michael, serius. Prinsip ini mereka terapkan hingga mereka sudah menjadi sepasang suami-istri.

Michael sudah sangat yakin bahwa Jeniffer adalah belahan jiwanya yang tepat, sebagai pasangan hidupnya, sejak ia menyatakan cinta. Ia bahkan sudah tahu ke mana mereka harus membawa hubungan itu. Sebab, selama pendekatan, pria kelahiran Surabaya ini telah mengevaluasi dan menilai Jeniffer. 

“Komunikasi kami nyambung. Dia tahu apa goal dalam hidupnya dan cara mendapatkannya. Tegas dan tidak pernah ada keraguan dalam tutur katanya,” ujarnya. Jeniffer mampu melengkapi kekurangannya. 

Tepatnya, pada 15 Agustus 2009, di sebuah acara gereja yang mereka hadiri bersama, Michael memberanikan diri untuk melamar Jeniffer. Lamaran yang disambut penuh sukacita oleh Jeniffer. Sejak saat itu pula mereka sepakat untuk menabung bersama sebagai biaya pernikahan. Mereka tidak ingin membebani orang tua masing-masing. Mengambil konsep lounge RnB, Michael dan Jeniffer menikah pada 12 November 2011.

Bagi mereka, pernikahan adalah sekali seumur hidup. Selalu ada saat suka atau duka, kaya atau miskin,  sehat atau sakit. Merajut mimpi bersama-sama, dan  saling melengkapi baik saat susah maupun senang.  “Semoga pernikahan kami ini bisa menjadi berkat bagi orang lain. Menjadi contoh bagi pasangan lain,” kata Jeniffer berharap.



Topic

#kisahcinta

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?