Trending Topic
WHO: Penyebaran COVID-19 Melalui Udara Tidak Dapat Diabaikan

10 Jul 2020


Foto: Unsplash
 


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menerbitkan panduan kesehatan tentang transmisi COVID-19 melalui udara. Transmisi melalui udara berarti virus SARS-CoV2 penyebab COVID-19 bisa ditularkan melalui partikel yang disebut aerosol. Partikel tersebut dapat melayang di udara, bahkan setelah orang yang menularkan tinggalkan tempat.

Tidak banyak perubahan dalam panduan kesehatan yang diumumkan WHO Kamis kemarin dengan protokol yang telah diterbitkan sebelumnya. Akan tetapi, WHO menekankan tentang potensi penularan melalui udara. Dalam panduan tersebut, WHO menyatakan bahwa transmisi COVID-19 melalui udara di tempat tertutup yang ramai dengan sirkulasi udara buruk tidak bisa diabaikan.

Penularan COVID-19 melalui aktivitas di restoran, paduan suara, dan pusat kebugaran dimungkinkan terjadi lewat transmisi udara. Namun, WHO tetap menekankan bahwa transmisi melalui perantara lain, seperti droplet dan permukaan yang terkontaminasi tidak boleh dikesampingkan.

Secara umum, WHO menjelaskan COVID-19 kebanyakan menyebar melalui transmisi droplet, ketika droplet besar dari batuk atau bersin keluar dari mulut seseorang dan jatuh dengan cepat ke lantai atau orang lain.

WHO tetap rekomendasikan masyarakat untuk mengenakan masker atau face shields, menghindari tempat ramai, dan menjauhi lokasi tertutup yang padat maupun dengan sirkulasi udara buruk.

Sebelumnya, WHO mengungkapkan bahwa transmisi COVID-19 melalui udara hanya dikhawatirkan terjadi dalam rumah sakit saat dilakukan prosedur medis tertentu. Misalnya ketika pasien diintubasi dengan tabung pernapasan.

Panduan kesehatan baru ini dikeluarkan setelah 239 ilmuwan dari 32 negara mengajukan surat terbuka pada WHO beberapa waktu lalu. Mereka mendorong WHO untuk menginformasikan potensi transmisi COVID-19 melalui udara.

Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis pencegahan infeksi dan kontrol WHO mengungkapkan bahwa lembaga tersebut telah membahas dan akan bekerjasama dengan para ilmuwan untuk mempelajari temuan lebih lanjut.

"Kami mengakui bahwa ada bukti yang muncul dalam hal ini, seperti di semua aspek lain terkait virus dan pandemi COVID-19. Oleh karena itu, kami percaya bahwa kami harus terbuka terhadap bukti ini. Kami juga memahami implikasi dari cara penularan dan tindakan pencegahan yang perlu diambil," kata Allegranzi seperti yang dikutip dari cnn.com.(f)

 

BACA JUGA:
239 Ilmuwan Temukan Bukti Penularan COVID-19 Melalui Udara
147 Calon Vaksin COVID-19 Sedang Dikembangkan, 18 Di Antaranya Masuk Uji Klinis
Milenial, Generasi Paling Tidak Optimis Pada Kondisi Ekonomi Dalam Krisis COVID-19



 


Topic

#corona, #coronavirus, #COVID-19, #WHO, #airborne, #SARS-CoV2

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?