Foto: shutterstockSehubungan dengan merebaknya wabah COVID-19, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) telah menyerukan upaya kesiapsiagaan dalam membantu pemerintah menghadapi potensi penyebaran COVID-19.
Sebagai salah satu bentuk nyata upaya tersebut, maka bersama, PB IDI juga mengumumkan kerjasama dengan platform online tekmed terpadu Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) sebagai inisiatif proaktif menangkal penyebaran COVID-19. Kerjasama ini bertujuan meningkatkan akses kepada para tenaga medis profesional, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memperluas akses informasi terhadap langkahlangkah yang tepat untuk menghadapi potensi wabah COVID-19.
Terdapat dua inisiatif yang akan dijalankan, yang pertama adalah penyusunan dan penerapan panduan atau protokol konsultasi daring terkait COVID-19 oleh tim medis Good Doctor yang ditinjau oleh PB IDI. Inisiatif kedua adalah komitmen penyebaran informasi akurat terkait COVID-19 oleh mitra dokter Good Doctor kepada masyarakat.
“Sejauh yang diketahui sampai saat ini, gejala COVID-19 pada awalnya tidak bisa dibedakan dengan gejala flu biasa dan bisa menular antarmanusia baik melalui batuk dan bersin, serta makanan yang tercemar air liur seseorang yang terinfeksi. Penularan juga bisa terjadi dari hewan ke manusia. Maka dari itu, berkonsultasi dengan dokter dan pemberian edukasi perilaku hidup bersih sehat (PHBS) sebagai antisipasi terhadap COVID-19 sudah sepatutnya menjadi ujung tombak preventif yang terus kami, tenaga kesehatan, dengungkan kepada masyarakat untuk lebih dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Daeng M Faqih SH, MH, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kepada media.
Menurutnya amplifikasi menjadi penting dalam upaya kolektif ini. Ia pun mengajak masyarakat, tidak hanya untuk mereka yang mengalami gangguan kesehatan tetapi mereka yang sehat pun, agar memanfaatkan platform kesehatan online untuk bertanya jawab dengan mitra dokter dan mendapatkan informasi akurat langsung dari tenaga medis, baik mengenai COVID-19 ataupun masalah kesehatan lainnya.
Seperti disebutkan dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management of Good Doctor, panduan konsultasi daring COVID-19 disusun dan dirumuskan dengan mengadaptasi berbagai sumber seperti WHO dan Kemenkes, sehingga mitra dokter mereka memiliki standar tata laksana dalam menangani tanya jawab dari pengguna, terutama mereka yang memiliki gejala flu umum. Dengan demikian mitra dokter bisa lebih cepat menangani masyarakat dengan memberikan petunjuk atau rekomendasi yang sesuai.
Tak hanya masyarakat pengguna, mereka juga menyiapkan konten edukasi untuk mitra pengemudi, mitra usaha GrabFood, serta pelanggan setia Grab. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai jalur komunikasi yang dapat diakses langsung oleh mitra pengemudi dan para pelanggan seperti notifikasi di aplikasi, email serta media sosial maupun media massa.
Selain itu, GrabHealth powered by Good Doctor juga memberikan lebih dari 5000 masker kepada mitra pengemudi secara merata di GrabBike Lounge Daan Mogot, Kebayoran Lama, dan TB Simatupang. Grab juga mengajak mitra pengemudi untuk memanfaatkan layanan kesehatan khususnya tanya jawab dokter di dalam GrabHealth powered by Good Doctor. (f)
Baca Juga:
Cegah Stigma, WHO Beri Nama Resmi Novel Corona Virus Yang Mewabah
Ramalan Bill Gates Tentang Novel Corona Virus
Pengaruh Novel Coronavirus Terhadap Dunia
Topic
#biznews, #tekmed, #coronavirus, #COVID19


