
Kain Tenun dan Misa Gereja
Tiga tahun belakangan ini, saya memang fokus memotret budaya masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang paling menarik adalah ketika saya memotret perayaan Imlek di Timor, Nusa Tenggara Timur.
Konon, bangsa Cina diperkirakan datang ke Timor pada abad ke-13 untuk mendapatkan kayu cendana. Mereka kemudian membuat daerah permukiman dan menikah dengan penduduk lokal. Kain tenun warna merah adalah salah satu bukti pengaruh Cina di Timor.
Bagi orang Cina Timor, yang kini beragama Katolik, perayaan tahun baru Imlek merupakan perayaan yang sifatnya tradisi. Akulturasi budaya tampak dalam perayaan Imlek yang dilakukan di gereja dengan menggelar misa. Warga peranakan pun melakukan sembahyang Imlek mengenakan busana adat, kain tenun tradisional Timor.
Hidangan yang disajikan memadukan tradisi lokal, seperti sopi (minuman beralkohol lokal) dan sirih pinang, dengan hidangan khas Cina, seperti minuman teh, masakan babi, daging ayam, ikan, sayur, buah, tebu, dan jahe. Uniknya di sini, tarian barongsai dilakukan oleh warga lokal.
Topic
#Imlek


