
Tatung, Wujud Akulturasi Budaya
Dari beberapa kali menghadiri perayaan Imlek, seperti di Palembang, Banten, Jakarta, dan Semarang, perayaan di Singkawang, Kalimantan Barat, paling berkesan buat saya. Perayaan Cap Go Meh di Singkawang disebut-sebut sebagai perayaan termeriah di dunia. Tak heran kalau ini menjadi salah satu agenda pariwisata penting.
Puncak perayaan ini justru berlangsung 13 - 15 hari setelah Imlek. Tepatnya saat Cap Go Meh. Untuk dapat merasakan suasana yang utuh, datanglah beberapa hari sebelum puncak perayaan. Saat itu, warga Singkawang yang pulang kampung sudah memulai ritual perayaan, seperti pawai lampion dan arak-arakan barongsai.
Sisi human interest selalu menarik perhatian saya. Ikut berkumpul bersama warga Tionghoa di Singkawang dan menyaksikan parade tatung. Saat parade berlangsung, para tatung mempertontonkan seni kekebalan tubuh mereka, saat tubuh ditusuk benda-benda tajam, seperti panah dan tombak. Inilah wujud akulturasi budaya suku Dayak dan Tionghoa.
Topic
#Imlek


