Trending Topic
Usia Matang Bukan Halangan Bagi Roger Federer dan Serena Williams untuk Menjuarai Grand Slam Australia Open 2017

30 Jan 2017


Foto: www.ausopen.com

Ada yang unik di event grand slam Australia Open 2017 yang berlangsung 16-29 Januari di Rod Laver Arena, Melbourne Park. Tahun ini, para pemain senior mendominasi turnamen, dengan Serena Williams sebagai juara di tunggal putri dan Roger Federer di tunggal putra.
 
Babak final tunggal putri yang berlangsung pada hari Sabtu, 28 Januari, merupakan duel klasik ‘Williams sisters’, yaitu mempertemukan Serena Williams yang merupakan unggulan kedua dengan Venus Williams yang diunggulkan di posisi ke-13. Duet kakak-beradik Williams ini menjadi pertandingan yang ditunggu-tunggu. Maklum, sudah lama keduanya tidak duel di final grand slam, terakhir terjadi di final Wimbledon tahun 2009.
 
Final Australia Open merupakan pertemuan ke-28 di antara keduanya. Kali ini, Serena menundukkan Venus dengan angka 6-4, 6-4. Setelah kemenangannya, Venus segera menghampiri Serena dan keduanya berpelukan untuk berbagi momen kebahagiaan ini. Kemenangan ini mengantarkan gelar grand slam ke-23 untuk Serena, yang membuatnya berhasil mengalahkan rekor mantan petenis Jerman Steffi Graf yang meraih 22 gelar grand slam. Gelar juara ini juga membuat Serena menyandang peringkat satu dunia, menggeser Angelique Kerber yang kalah di babak keempat Australia Open 2017.
 
Pertandingan ini tidak hanya berkesan untuk Serena, tapi juga Venus. Setelah sempat ‘tenggelam’ di antara para petenis lainnya, Venus kembali merasakan babak final grand slam. Terakhir, Venus maju ke babak final di Wimbledon 2009, ketika dirinya dikalahkan Serena. Tidak heran, saat pidato kemenangannya, Serena mengungkapkan kalau dirinya sangat senang kakaknya bisa kembali bertanding di babak final.
 
Kehadiran Venus dan Serena di babak final menunjukkan kalau usia bukan halangan untuk berprestasi. Tahun ini, Venus akan berusia 37 tahun, sedangkan Serena akan mencapai usia 36 tahun. Meski tidak muda lagi, mereka ternyata bisa berprestasi melebihi para pemain muda.
 
Tunggal putra juga ditandai dengan kembalinya pemain senior, yaitu Rafael Nadal. Tahun lalu, petenis Spanyol berusia 30 tahun ini kalah di babak pertama Australia Open, lalu mengalami cedera pergelangan tangan sehingga tidak bisa bertanding di French Open dan Wimbledon. Saat itu, banyak orang yang ragu kalau Rafa bisa bangkit lagi. Ternyata, dia membuktikan kalau dirinya masih bisa bersaing dengan petenis muda lain dengan mencapai babak final Australia Open 2017, sebelum dikalahkan Roger Federer dalam pertarungan sengit lima set dengan angka 4-6, 6-3, 1-6, 6-3, 3-6 yang berlangsung selama 3 jam 37 menit.
 
“Tentu saja, memenangi turnamen seperti ini sangatlah penting. Jika bisa juara, tentulah akan luar biasa. Tapi, hal terpenting yang membuat saya bahagia adalah bisa kembali ke lapangan dan menikmati pertandingan. Tahun lalu, saya hanya memiliki kesempatan menikmati pertandingan di Indian Wells dan Madrid, ketika akhirnya cedera. Kini, saya sudah cukup senang karena memiliki kesehatan dan berjuang untuk hal yang ingin saya perjuangkan,” ujar Rafa seperti yang dikutip dari situs Australia Open.
 

Foto: www.ausopen.com
 
Lawan Rafael di final Australia Open 2017, yaitu Roger Federer, juga mencetak prestasi ketika berhasil meraih gelar juara Grand Slam di usia nyaris 36 tahun. Sebagai unggulan ke-17, Roger tidak dijagokan oleh banyak orang. Namun setelah empat tahun—terakhir dia meraih gelar grand slam Wimbledon di tahun 2012—ayah empat anak ini kembali unjuk gigi dan meraih gelar grand slam ke-18 sepanjang kariernya.
 
“Saya kehabisan kata-kata. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Rafa atas comeback dia yang luar biasa. Awalnya saya tidak menyangka saya dan dia bisa masuk final Australia Open. Ternyata, kami bisa ada di sini (final). Tenis adalah olahraga yang berat, tidak ada hasil seri. Tapi jika ternyata bisa, saya akan dengan gembira menerima hasil seri bersama Rafa malam ini,” ujar Roger setelah menerima piala kemenangannya.
 
Kita tunggu kiprah mereka di turnamen selanjutnya. (f)
 
Baca juga:
Tampil Kurang Meyakinkan di Babak Penyisihan, Dominika Cibulkova Sukses Menjuarai 2016 BNP Paribas WTA Finals Singapore
Foto-foto Kemeriahan 2016 BNP Paribas WTA Finals Singapore, Turnamen Bagi Delapan Petenis Wanita Top Dunia
Bertemu Langsung dengan Angelique Kerber dan Tujuh Petenis Wanita Top Lainnya di 2016 BNP Paribas WTA Finals Singapore


Topic

#tenis

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?