Trending Topic
Siapa Saja Yang Tidak Bisa Menerima Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac?

13 Jan 2021


Foto: Shutterstock

Penderita Komorbid Masih Bisa Divaksin

Vaksin adalah salah satu upaya pencegahan agar tidak sakit. Menyuntikkan vaksin artinya memasukkan sesuatu ke dalam tubuh untuk memicu sistem kekebalan. Dalam kasus vaksin COVID-19 buatan Sinovac, ada syarat yang harus dipenuhi saat menerima vaksin, yaitu: dalam kondisi sehat; berusia 18-59 tahun; bukan pasien atau mantan pasien COVID-19; dan bukan penderita komorbid yang berat.

Dalam daftar yang disebutkan sebelumnya, penderita diabetes, penyakit paru, dan HIV termasuk yang tidak bisa divaksin COVID-19. Namun, dalam kondisi tertentu, penderita komorbid bisa divaksin.

Saat Facebook Live Femina Siapa yang Boleh dan Tidak Boleh Divaksin Covid-19? bersama DR. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P, Anggota Pakar Medis Satgas COVID-19 beberapa waktu lalu, dijelaskan bahwa penderita komorbid yang kondisi penyakitnya terkendali atau terkontrol, bisa menerima vaksin.

Untuk penderita diabetes, harus melampirkan tes yang menyatakan kondisi gula darah dalam kurun waktu 3 bulan terakhir (tes HbA1C) tidak lebih dari 7,5%. Jika hasilnya melebihi angka minimum, maka pemberian vaksin COVID-19 akan ditunda.

“Yang memiliki penyakit asma, jika dalam kondisi tenang maka bisa divaksin,” ujar Erlina. Ia juga menambahkan, bagi yang memiliki penyakit asma dengan alergi sebagai pemicunya harus berhati-hati. Sebab, bisa jadi vaksin yang diberikan memiliki zat yang dapat memicu alergi  sehingga mendapatkan serangan yang berat.

Dokter Erlina juga berkali-kali mengingatkan kepada mereka yang memiliki riwayat alergi, terutama alergi yang berujung pada gatal sekujur tubuh, bengkak, dan sesak napas. Jika ingin menerima vaksin COVID-19 penderita hipertensi juga harus mengontrol tekanan darah mereka. Jika di saat pemberian vaksin, tekanan darah mereka berada di bawah 140/90 maka masih bisa menerima vaksin. Hal ini juga berlaku bagi semua orang yang akan menerima vaksin.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Persahabatan ini juga mengatakan bahwa vaksin COVID-19 ini merupakan vaksin baru, sehingga sangat wajar jika kita perlu kehati-hatian yang lebih. “Screening ini tujuannya hanya satu. Yaitu, memberikan kualitas pelayanan yang baik, membuat pasien nyaman, dan untuk keselamatan penerima vaksin,” tambahnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka sendiri dan jujur kepada petugas kesehatan yang akan memberikan vaksin. (f)


Topic

#3M, #IngatPesanIbu, #satgascovid-19, #vaksin, #covid-19

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?