Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Kota Tua, Jakarta. Foto: IG @dkijakarta
Kemeriahan pesta malam tahun baru di tempat umum selalu meninggalkan sampah yang tak sedikit, apalagi jika dibuang bukan pada tempatnya.
Di pergantian Malam Tahun Baru 2026, Jakarta mencatat timbulan sampah sisa perayaan sebanyak 415 meter kubik atau setara 91,41 ton.
Meski jumlahnya puluhan ton, ternyata angka ini menurun signifikan dibandikan Malam Tahun Baru 2025 yang mencapai 132 ton, menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Tanpa pesta kembang api di titik perayaan utama
Menurut Asep Kuswanto, Kepala DLH DKI Jakarta, mengutip rilis pers, malam Tahun Baru 2026 berlangsung lebih sederhana dan reflektif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, seiring kebijakan Pemprov DKI Jakarta terkait perayaan tanpa kembang api–meski jumlah pedagang kaki lima meningkat.Cuaca di beberapa lokasi juga sempat diguyur hujan, sehingga mengurangi keramaian pesta. Basahan hujan membuat sampah menempel di permukaan jalan, menambah berat sampah karena mengandung air dan harus dibersihkan secara manual satu per satu.
DLH DKI Jakarta mengerahkan 3.845 personel untuk membersihkan timbulan sampah di berbagai titik di Jakarta. Foto: IG @dinaslhdki
Asep menerangkan, DLH DKI Jakarta melakukan penanganan sampah di sejumlah titik utama perayaan antara lain kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan Sudirman-MH Thamrin dan sekitarnya, Sarinah, Dukuh Atas, Semanggi, kawasan SCBD dan Bursa Efek Indonesia (BEI), Monas dan seluruh Jalan Medan Merdeka, Patung Pemuda Membangun, Lapangan Banteng, kawasan Istiqlal dan sekitarnya.
Sementara proses pembersihan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi di seluruh wilayah Jakarta, sehingga timbunan sampah bisa diangkut semua oleh “Pasukan Oranye” atau petugas kebersihan sebelum pukul 5 pagi.
Surabaya menurun, Bandung nyaris tidak berkurang
Di Surabaya, sampah Malam Tahun Baru 2026 juga menurun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.Mengutip Republik Merdeka, Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan, timbulan sampah dari aktivitas malam tahun baru kali ini tidak sampai menyentuh angka lima ton–di Malam Tahun Baru 2025 mencapai 14 ton.
DLH Kota Surabaya melakukan pembersihan di beberapa titik pusat berkumpulnya massa, di antaranya kawasan Gedung Grahadi, Taman Bungkul, kawasan Wisata Kota Lama, dan Taman Suroboyo.
Jika di Jakarta dan Surabaya timbulan sampah Malam Tahun Baru 2026 berkurang cukup signifikan, perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung menghasilkan puluhan ton sampah yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu.
Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah titik tempat favorit seperti Alun-alun Bandung, Asia Afrika, Braga hingga Jalan Diponegoro banyak dikunjungi masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun.
Petugas kebersihan di Kota Bandung membereskan timbulan sampah yang didominasi sampah plastik. Foto: IG @bdg.dlh
Mengutip Tribun, Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengatakan, bahwa timbulan sampah malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung menurun sedikit dari 64 ton ke 63,76 ton.
Di Surabaya dan Bandung, sampah yang ditemukan didominasi oleh sampah plastik (termasuk pembungkus makanan), dan sisa makanan. Sedihnya, sebagian besar bukan dibuang di tempat sampah. Contohnya di Jalan Diponegoro Bandung, sampah tusukan cilok mendominasi.
Bukan tren
Di berbagai wilayah di Tanah Air, perayaan Tahun Baru 2026 digelar dengan pendekatan reflektif melalui doa bersama sebagai wujud empati terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.Namun kemeriahan acara hiburan tanpa kembang api tetap digelar, dan masyarakat yang menyaksikannya tetap meninggalkan tumpukan sampah.
Menurunnya jumlah sampah di malam Tahun Baru di Jakarta dan beberapa kota lainnya semoga bukan tren. Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, termasuk di tempat-tempat umum, adalah hal-hal simpel yang jadi gaya hidup sehari-hari. Yuk, kita lakukan dari sekarang, tak perlu menunggu malam tahun baru berikutnya. (f)
Baca juga:
5 Hal yang Perlu Kamu Lakukan di Minggu Pertama Tahun Baru
Masak Praktis dari Rumah, Teknologi Baru Polytron Bikin Lebih Mudah
Joko Anwar Mendapat Gelar Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres dari Pemerintah Prancis



