Trending Topic
Presiden Joko Widodo Jadi Duta HeForShe untuk Kesetaraan Gender

2 Sep 2016


Foto: Peter F. Momor, UN Women (logo He For She)

Presiden Joko Widodo menjadi salah satu duta program PBB "He for She" yang mendorong negara-negara di dunia untuk meningkatkan kesetaraan gender.
 
Presiden Jokowi ditetapkan menjadi duta He for She dalam program "Impact 10X10x10” bersama pemimpin negara lainnya, antara lain Presiden Malawi, Arthur Peter Mutharika; Presiden Rwanda, Paul Kagame; Presiden Romania, Klaus Werner Iohannis; Presiden Finlandia, Sauli Niinisto; Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe; dan Perdana Menteri Swedia, Stefan Lofven.
 
Kampanye He For She merupakan inisiatif global dari UN Women untuk mengajak para pria dan remaja lelaki melenyapkan batas-batas sosial dan kultural yang mencegah wanita dan anak-anak perempuan mencapai potensi diri mereka, dan bersama-sama membentuk ulang persepsi positif terhadap kesetaraan gender dalam masyarakat. Kampanye ini diluncurkan oleh PBB pada 20 September 2014 lalu dengan aktris Emma Watson sebagai duta kehormatan He For She.
 
Global Gender Gap Report 2014 dari World Economic Forum mengangkat adanya kesenjangan besar antara partisipasi wanita dalam politik dan ekonomi serta adanya kaitan kuat antara kesenjangan gender di sebuah negara dengan performa ekonomi negara tersebut. Dalam studi tentang kesetaraan gender selama 9 tahun, hanya ada sedikit peningkatan dalam angka kesetaraan wanita di dunia kerja. Indonesia menempati posisi ke-97 dari 142 negara di Gender Gap Index 2014.  
 
Program Impact 10X10x10 merangkul para pemimpin negara, CEO, dan para pemimpin universitas dunia untuk bisa membuat kebijakan dengan perspektif gender dan mendukung hak-hak wanita.  
 
 “Wanita mewakili separuh dari penggerak pembangunan negara. Sebagai Presiden, saya telah mengarusutamakan isu kesetaraan gender karena itu sangat penting untuk mencabut akar penyebab diskriminasi dan kekerasan,” kata Joko Widodo di laman profilnya sebagai He For She Champion.
 
Baca juga: Jokowi, Jalan Panjang Perbaikan Sistem

Sebagai bagian dalam program itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan menghadiri peluncuran konferensi He For She di New York, Amerika Serikat dalam Sidang Umum PBB ke-71 pada 19-29 September mendatang. Dalam forum tersebut, Jusuf Kalla akan menyampaikan capaian Indonesia dalam upaya meningkatkan kesetaraan gender sesuai dengan komitmen pada program He For She, yaitu:
 
1/ Mencapai setidaknya 30% keterwakilan wanita di parlemen dan meningkatkan representasi wanita dalam proses pengambilan kebijakan lainnya. Komitmen itu ditunjukkan di antaranya lewat peningkatan jumlah wanita yang menempati posisi Menteri (dari 4 menjadi 9 orang) di Kabinet Kerja.
Baca juga: Keterwakilan Wanita di Politik, Masih Jauh dari Target
 
2/ Mengurangi kematian ibu melahirkan dan meningkatkan akses vital untuk layanan kesehatan reproduksi. Dalam sebuah survei di 2012, angka kematian ibu melahirkan turun dari 390 ke 359 kematian per 100 ribu kelahiran bayi.
 
3/ Mengakhiri kekerasan terhadap wanita dan anak perempuan. Diperkirakan 3-4 juta wanita Indonesia atau sekitar 3,1% dari populasi masih mengalami kekerasan setiap tahunnya. Baca juga: Kecam Kekerasan Seksual.
 
Anda bisa mengikuti perbincangan tentang kampanye ini di media sosial lewat tagar #HeForShe. (f)

Baca juga: Kefasihan Digital Wanita Dapat Membantu Mengurangi Gender Gap di Dunia Kerja


Topic

#JokoWidodo

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?