
(foto: Unsplash)
Hingga saat ini pemerintah Indonesia telah memeriksa ribuan orang terkait COVID-19. "Kita sudah melakukan pemeriksaan pada lebih dari 6.500 orang di dalam kaitannya dengan pemeriksaan ini di mana sekatang kita pahami ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif," ujar Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19.
Pemeriksaan cepat atau rapid test terus dilakukan guna mendeteksi secara dini penyebaran virus corona. Pemerintah telah menentukan dua kelompok prioritas yang akan menjadi sasaran rapid test.
Kelompok pertama adalah orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.
“Rapid test akan kita laksanakan kepada kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan dirawat di rumah sakit atau kasus konfirmasi positif yang harus dilaksanakan isolasi rumah. Maka bagian dari penelusuran terhadap kontak keluarga yang tinggal serumah dengan pasien itu harus kita periksa semuanya," jelas Achmad.
Kelompok kedua yaitu tenaga kesehatan yang melayani pasien COVID-19.
“Termasuk front office rumah sakit. Mereka kelompok sensitif, rentan terkena COVID-19,” ucapnya.
Sementara itu, pemerintah meminta masyarakat untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebaik mungkin guna memutus rantai penyebaran virus corona.
"Upayakan tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, maka jaga jarak, hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah, kemudian praktikan betul etika saat batuk dan bersin," kata Achmad.
Harus dipahami bahwa penularan COVID-19 terjadi melalui droplet atau percikan ludah saat seseorang batuk atau bersin. Inilah pentingnya menjaga jarak sekurangnya satu setengah meter atau physical distancing, sebab droplet dapat masuk ke saluran nafas orang yang sehat, sehingga terjadilah penularan virus corona.
Droplet dapat jatuh pula ke benda-benda sekitar yang sering disentuh oleh banyak orang atau fasilitas umum. Jika seseorang tak mencuci tangan setelah menyentuh benda tersebut, maka perpindahan virus bisa terjadi jika ia menyentuh bagian wajah. Mulut, lubang hidung, dan mata dapat menjadi medium masuknya corona ke dalam tubuh.
Penting bagi masyarakat untuk mendukung satu sama lain. Masyarakat diharapkan melindungi dan menjaga siapapun yang sakit atau positif COVID-19.
"Mari sekali lagi kita lindungi yang sakit jangan didiskriminasikan, jangan distigmatisasi, tapi lindungi dia agar bisa melakukan isolasi di lingkungannya, bukan untuk dikucilkan, tapi untuk dibantu agar dia bisa melakukan isolasi diri dengan sebaik-baiknya," ujar Achmad.
Sebaliknya masyarakat yang sehat harus menjaga kebugaran tubuhnya dengan patuhi protokol kesehatan.
Guna mengetahui informasi yang benar terkait COVID-19, masyarakat bisa membuka laman covid19.go.id, maupun call center 119/117.(f)
BACA JUGA:
Pasien Positif COVID19 Terus Bertambah di Luar Jakarta, Pemerintah Himbau Masyarakat untuk Tidak Mudik
Waspada COVID-19, Jangan Beli Tiket Mudik Dulu
Dari Desainer hingga CEO, Bersama Tunjukkan Kepedulian Atas Pandemi Global COVID19
Topic
#corona, #covid-19, #coronavirus, #rapidtest


